Business Plan, Tugas Akhir Kuliahku (1)

Monday, March 09, 2009


Yah gara2 ada facebook skrg jadi makin males ngisi blog ini.
Pernah denger ungkapan yang bilang, kalau blog itu ibarat toko yg berdiri sendiri, sementara facebook itu ibarat mall yang rame pengunjung. Blog kalau sudah punya pengunjung setia akan ramai dikunjungi setiap saat, tp dengan facebook bahkan orang yang tidak punya niatan untuk berkunjung pun akan bisa dengan tidak sengaja mengunjunginya.

Sekarang lagi mo cerita tentang aktivitas yang dilakukan...
Terus terang beberapa minggu ke belakang, aktivitas memang benar2 dipenuhi dengan kerja dan menyelesaikan tugas akhir perkuliahan, berupa business plan. Deadlinenya saat ini sudah semakin dekat, jadi mau ga mau benar2 dikebut malam selepas kerja dan sabtu minggu.

Tema business plan kita sempat berubah beberapa kali.
Yang pertama kita ajukan adalah business plan tentang usaha sejenis Grameen Bank serta Children Care Centre. Nah, tema pertama ini dengan sukses ditolak ketika pengajuan proposal ke pembimbing. Alasan paling tragis kenapa tema itu ditolak gara2 idenya dipandang kurang orisinil, ndak ada breakthroughnya. Duilah pak...skrg jadi pusing mikir, yg namanya bisnis khan kalo terlalu orisinil malah bakal bingung jualannya gmn, pasarnya khan masi belom ada. Kt tadinya mikir ga masalah make bisnis yang sudah ada, asal bs ngasih diferensiasi yang jelas dan unik, yah bs lah lolos bwat dijadiin tema. Cman ternyata...hhhh...

Ya udhs, akhirnya kt pun ngajuin sekaligus 3 tema, Youth Camp, Mobile Video Information, dan Emergency Service. Nah, yg paling menarik minat sy sebenarnya adalah tentang youth camp. Nah lo, apaan lagi tuh? Yah, mgkn temen2 sudah sering denger yang namanya jambore pramuka, segala macem...isinya kt kemping pake tenda selama sekitar 3-7 hari. Di acara itu nantinya ada macem2 kegiatan, mulai dari fun games ampe outbound. Nah, konsep youth camp itu disetting agak mirip.

Trus bedanya apa dunk? Yah bedanya pertama kt nyari untung dsini...(hehe, ya iyalah secara ini bisnis). Kedua, pernah nonton film or baca2 soal Summer Camp di negara2 barat? Summer camp disana seakan udah jadi trend bwat remaja2nya. Jangka waktu penyelenggaraan pun kisarannya variatif dari 1 minggu ampe 4 mingguan lebih. Nah lo, ngapain aja emanknya selama disana? Macem2, ga cman outbound ma fun games aja. Ada juga semacam olimpiade mini, yang menawarkan variasi olahraga yang bs diikuti, mulai dari memanah, rafting, sepakbola, basket, ampe catur. Ada juga sesi akademis, dengan pilihan mata pelajaran mulai dari biologi, geologi, ampe matematika dan komputer. Trus jenis2 kampnya juga macem2. Ada mulai dari Computer Camp, Digital Video Camp, ampe business camp. Intinya, maduin antara pendekatan inclass dan pendekatan outdoor u/ pembelajaran.

Terus terang, mikir idealisnya konsep pembelajaran kayak gini yang kayaknya kurang di anak2 Indonesia. Coba kt ingat2, jaman SD SMP SMU Kuliah dulu kt belajarnya kayak gmn. SKS-Sistem Kebut Semalam, ngapalin teori ma rumus2 yang ada di buku tanpa pernah tau aplikasinya gimana. Pas ujian bs ngerjain, besoknya dah ilank ga tau kemana. Nah, analisa sok taunya sy berpikir itu gara2 2 faktor, content ma context (cieleh, marketing banget..).

Content-gara2 isi kurikulum kt cman rumus ma teori doank, aplikasi lapangan kurang. Context gara2 metode penyampaiannya konvensional banget. Ngajar depan kelas, anak2 mencatat di buku, ujian. Ga ada variasi lain, seperti langsung terjun ke lapangan or ngajar di alam terbuka.

Yah, panjang kalo nulisin soal ini. Cape’ jga nulisnya. Intinya, youth camp ini tujuannya bwat mengkampanyekan gerakan kembali ke alam bwat anak2 en remaja kt. Jangan anak2 Jakarta cman hobinya maen PS en jalan2 ke mall doank. Liat dunk dunia luar kt, palagi Indonesia negara kepulauan yang notabene alamnya sangat indah u/ dieksplorasi. Kawasan Indonesia Timur dan juga Kalimantan masih belum banyak terjamah. Duuh, kapan yah bs jalan2 menjelajah Indonesia Timur?..:)

Ups, jadi cerita kemana-mana. Oke, cukup sampai disini aja. Intinya adalah...karena ini business plan, pertanyaan pertama adalah bisnisnya bakal menguntungkan ga sih?? Dan pertanyaan kedua adalah ide ini di Indonesia seberapa orisinil sih? Kayaknya sih orisinil banget, secara market anak dan remaja belum banyak disasar oleh provider outbound d Indonesia. Kalopun ada, konsepnya baru berupa kegiatan outbound en kemping biasa selama 3 harian, kayak Youth Campnya ESQ, belum ada yang bs mendekati seperti Summer Camp yang juga jadi sarana pembelajaran bwat remaja kt.

Terus terang tema ini menarik. Tapi, setelah berpikir beberapa lama, tema yang diajukan sebagai prioritas adalah mobile video information.

Nah, tema apalagi itu? Lanjut ke postingan berikutnya yah. Sekalian nanti diceritain kalau pada akhirnya tema yang sekarang dikerjakan malah tema yang lain lagi...:p

2 comments:

tugas akhir said...

thanks tulisannya

Panji RW said...

Setuju dengan tulisan anda :
"SKS-Sistem Kebut Semalam, ngapalin teori ma rumus2 yang ada di buku tanpa pernah tau aplikasinya gimana. Pas ujian bs ngerjain, besoknya dah ilank ga tau kemana"

saya jg pernah berpikir ttg itu,mengapa hal itu terjadi mungkin bisa jadi karena tidak adanya penjelasan aplikatif yg membuat pelajaran itu menempel dalam kepala :D
Mungkin sama seperti menghafalkan parameter" di dunia telko yang begitu banyaknya, karena terbiasa digunakan berhari" dan berbulan" untuk bekerja akhirnya bisa deh menempel di dlm kepala.

Showreel Rumah Video

Testimonial tentang Audio Visual



Abu Sangkan – Trainer “Shalat Khusyu”
“Peran media audio visual sangat efektif dalam penyampaian da’wah-da’wah saya.”

Adha Muawiyah – Line Producer “Sinemart”
“ Video Company Profile sangat efektif dan efisien untuk memperkenalkan citra perusahaan kita lebih cepat. Klien maupun investor dapat lebih jelas mengetahui apa yang dia inginkan atau tuju pada perusahaan kita.”

Wuryanano – CEO PT Swastika Prima International, Direktur Lembaga Pendidikan Profesi SWASTIKA PRIMA Community College, Founder Super Mind Power Training, Penulis Buku Best Seller
“Dengan memiliki perangkat bisnis pada media Audio Visual ini, maka akan semakin meningkatkan performa bisnis dan perusahaan kita. Produk dan jasa kita pasti semakin bagus dalam pelayanan dan kualitasnya.”

Hidayatullah – Direktur PT Selaras Inti Prima Indonesia
“Media audio visual yang sangat efektif dalam membantu kinerja marketing kami, serta menjadi added value tersendiri untuk perusahaan kami.”

Note :
Alhamdulillah, materi untuk casing CD Showreel Rumah Video sudah selesai. CD ini sendiri berisikan portofolio produk-produk yang pernah kami hasilkan, mulai dari Video dokumentasi, Video profile, CD interaktif, Website, Clip&Commercial, Video Promo.Semoga bisa menjadi salah satu wahana untuk beramal lebih bagi kami. Terima kasih sebesar-besarnya kami haturkan untuk semua pihak yang dengan sukarela telah memberikan testimonialnya. Hanya Allah jualah yang bisa membalas-Nya.