Usiaku kini 25….

Saturday, March 15, 2008



Beberapa hari terakhir sebetulnya sedang tidak ingin memikirkan tentang usia yang akan bertambah. Apalagi intensitas pekerjaan bukan sedang menurun. Cuman, secara kebetulan beberapa ulang tahun orang-orang terdekat mau tidak mau mengingatkan kembali bahwa saya akan segera memasuki periode baru lagi dalam hidup saya.

Siapa saya? Dan untuk apa saya hidup di dunia ini?

Baru saja menemukan sebuah tulisan bagus dari salah satu member TDA, Pak Arif Prasetyo Aji. Saya kutipkan sebagian isinya. “Kalau kita ingin menyelesaikan masalah-masalah dalam hidup kita, maka daerah terbuka harus diperluas selebar-lebarnya. Kita adalah kita, namun sering kita tidak mengenal diri kita dengan baik. Untuk mengenal diri dapat juga menggunakan jasa orang lain dan untuk itu kita harus terbuka. Kita harus berfikir positif atas segala kekurangan dan kelebihan yang kita miliki.”

Para psikolog menemukan bahwa self confidence pada pria lebih kuat dibandingkan dengan wanita. Dalam beberapa kasus keberadaan self confidence yang kuat pada pria ini membuat sang pria akan banyak mengabaikan pengaruh sosial atau komentar orang terhadap mereka. Inilah yang ikut merusak hubungan sosial, karena pria pada dasarnya anti kritik.

Terus terang saya pernah melalui fase itu. Fase meledak-ledak, overconfidence, sempat sedikit banyak menimbulkan konflik dengan beberapa orang. Terlepas dari siapa yang bersalah, saya tidak bisa memungkiri sebetulnya masih ada jalan yang lebih baik tempo hari untuk menyelesaikan masalah. Kurangnya keterbukaan dan komunikasi adalah salah satu penyebabnya. Sesuatu yang tersumbat, dan kemudian meledak di saat yang tidak tepat.

Seorang teman dari psikologi mengatakan, kadangkala seseorang memerlukan sesuatu yang disebut katarsis. Istilah gaulnya, curhat. Ini ibarat membuat sondetan pada sebuah aliran sungai yang penuh. Karena bentuknya sondetan, maka awalnya mungkin akan terasa sakit. Yup, tidak semua orang merasa nyaman dengan menceritakan isi hatinya yang sebenarnya. Diperlukan pengorbanan, akan tetapi itu resiko yang harus ditanggung untuk mencegah ledakan aliran sungai itu.

Terbuka, mungkin dengan itu kita akan terbantu untuk menemukan siapa sesungguhnya diri kita. Sayyidina Ali malah mengatakan, ”Barangsiapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Rabb (Tuhan)-nya.” Terbuka, bisa jadi akan menimbulkan prasangka tambahan, atau malah sebuah kritikan. Bisa jadi dengan terbuka justru akan malah mengaburkan siapa diri kita yang sebenarnya karena kita akan menjadi begitu beketergantungan dengan penilaian orang lain.

Akan tetapi, Islam sejak awal sudah mengajarkan konsep keseimbangan (tawazun). Terbuka akan menawarkan kepada kita banyak pilihan. Akan tetapi tetap di akhir kitalah jua yang memutuskan. Keterbukaan akan menawarkan kualitas pilihan yang lebih baik. Dan bila masih ada kekecewaan yang timbul akibat keterbukaan itu, biarlah saat ini kita mencoba mengamalkan doa Abu Bakar, ”Ya Allah, ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui tentang diriku. Dan jadikanlah aku lebih dari apa yang mereka duga.”

Blog ini hadir karena itu. Anggap saja sebuah proses membuka diri untuk mencoba memperbaiki diri. Sekaligus sebagai sebuah wadah bagi saya untuk meng-hisab diri, sebelum datang hari penghisaban yang sebenarnya. Dan memang, seperti tidak terasa, seperempat abad sudah saya hadir di muka dunia ini.

Seperempat abad, alkisah dalam kurun waktu itu Rasulullah SAW telah melalui banyak fase penting dalam hidupnya. Usia 6 tahun ditinggal oleh ibunya, hingga usia 8 tahun tinggal dengan kakeknya, Abdul Muthalib, yang banyak melibatkannya dalam rapat-rapat politik. Usia 8 tahunan tinggal bersama pamannya, Abu Thalib, dan sudah harus bekerja menggembalakan kambing karena pamannya banyak tanggungan. Usia 12 tahun sudah ikut perjalanan bisnis ke Syria. Usia 15 tahun sudah terlibat dalam Perang Fajr selama 4-5 tahun yang membentuk pengalaman militer dan memperkuat fisiknya. Usia 20 tahun, sudah terlibat peristiwa diplomatik perdamaian antara sukunya, Quraisy, dan suku lain. Selepas itu menjadi manajer profesional bagi seorang janda bernama Khadijah dan menghasilkan imbal jasa yang sangat menjanjikan. Usia 25 tahun beliau akhirnya menikah dengan Khadijah, yang usianya lebih tua darinya.

Seperempat abad, dan saya tidak tahu seberapa lama lagi jatah yang masih ada. Tapi, semoga akhirnya saya bisa menjadi seperti sosok yang diceritakan oleh Rasulullah sebagai seorang yang pintar, yaitu orang yang menyiapkan dirinya untuk menghadapi kehidupan setelah kematian.

Yah, jarum jam akhirnya menunjukkan pukul 00.00. Tanggal 15 Maret 2008, hari ini saya genap berusia 25 tahun. Saatnya melihat apa yang kini menanti di depan mata. Bismillah. Hari baru telah tiba.

Jakarta, 15 Maret 2008, beberapa saat meninggalkan pukul 00.00 WIB

NB : Selamat milad juga u/ sahabat2 yang sedang merayakan. Wish u all the best..:)

5 comments:

ilma said...

selamat Bud..
semoga senantiasa dilindungi Allah SWT, lancar segala usahamu, n bahagia lahir batin.

Btw, miladmu barengan sama sahabatku, Yustika.

Fenrisar said...

This comment has been removed because it linked to malicious content. Learn more.

Kazilar said...

See here or here

Faif Yusuf said...

selamat ya mas Budi..
semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan barokah dalam hidup Mas Budi

amin

salam,
faif

Budi Setiawan said...

Makasih yah Ilma dan Pak Faif.
Semoga Allah melimpahi berkah dan rahmah yang besar juga ke Ilma dan Pa Faif....:)

Showreel Rumah Video

Testimonial tentang Audio Visual



Abu Sangkan – Trainer “Shalat Khusyu”
“Peran media audio visual sangat efektif dalam penyampaian da’wah-da’wah saya.”

Adha Muawiyah – Line Producer “Sinemart”
“ Video Company Profile sangat efektif dan efisien untuk memperkenalkan citra perusahaan kita lebih cepat. Klien maupun investor dapat lebih jelas mengetahui apa yang dia inginkan atau tuju pada perusahaan kita.”

Wuryanano – CEO PT Swastika Prima International, Direktur Lembaga Pendidikan Profesi SWASTIKA PRIMA Community College, Founder Super Mind Power Training, Penulis Buku Best Seller
“Dengan memiliki perangkat bisnis pada media Audio Visual ini, maka akan semakin meningkatkan performa bisnis dan perusahaan kita. Produk dan jasa kita pasti semakin bagus dalam pelayanan dan kualitasnya.”

Hidayatullah – Direktur PT Selaras Inti Prima Indonesia
“Media audio visual yang sangat efektif dalam membantu kinerja marketing kami, serta menjadi added value tersendiri untuk perusahaan kami.”

Note :
Alhamdulillah, materi untuk casing CD Showreel Rumah Video sudah selesai. CD ini sendiri berisikan portofolio produk-produk yang pernah kami hasilkan, mulai dari Video dokumentasi, Video profile, CD interaktif, Website, Clip&Commercial, Video Promo.Semoga bisa menjadi salah satu wahana untuk beramal lebih bagi kami. Terima kasih sebesar-besarnya kami haturkan untuk semua pihak yang dengan sukarela telah memberikan testimonialnya. Hanya Allah jualah yang bisa membalas-Nya.