Setelah 6...atau 7 tahun...

Friday, October 07, 2016

Assalamu'alaikum Wr.Wb, Pertama...wow...sudah 6 tahun dari terakhir saya menulis di blog ini...what a very long time for hybernation rite? Bahkan bisa dibilang dari semenjak tulisan orisinil hitungannya nyaris 7 tahun. Kangen, surprise, sentimentil nostalgia kembali membayang...betapa di masa muda (dan saat ini tetap muda) banyak kreasi dan prestasi yang ingin dikejar, dan setelah 6-7 tahun kemudian kita bertemu dengan sebuah kata yang bernama realitas. Steve Jobs pernah berkata, bahwa semua yang kita alami pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang bernama connecting the dots. Ini adalah titik-titik yang berserakan di masa lalu, dan bukan masa yang akan datang. Saya tetap percaya apa yang saya alami sampai sejauh ini adalah hasil dari titik-titik itu...masa lalu ada bukan untuk disalahkan, masa depan ada bukan untuk ditakuti, dan masa sekarang ada bukan untuk direnungi... Titik-titik itu saat ini belum berbentuk, akan tetapi saya tetap yakin bahwa titik-titik itu pada akhirnya akan berkulminasi dan akan menghasilkan siapa saya untuk diingat. Jatuh bangun adalah hal biasa, semangat untuk tetap setia untuk maju melangkah adalah kata kunci. Saya bersyukur akhirnya blog ini kembali tersentuh. Sekian lama tidak bersua, mungkin memang benar kadang -dan seringkali- kita harus diingatkan. Blog ini adalah sarana pengingat saya, bahwa saya adalah saya, bahwa kita bisa karena kita yakin kita bisa. Sudah panjang yang sudah dijalani, masih jauh lebih panjang apa yang harus dijalani. Anggap saja ini awal... kembali ke sebuah titik untuk kembali tinggal landas. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi kemudian bukan? Mari merajut kembali.. Selamat datang. Wa'alaikumsalam Wr Wb

Heal the World

Friday, January 29, 2010



Theres a place in
Your heart
And I know that it is love
And this place could
Be much
Brighter than tomorrow
And if you really try
Youll find theres no need
To cry
In this place youll feel
Theres no hurt or sorrow


There are ways
To get there
If you care enough
For the living
Make a little space
Make a better place...

Heal the world
Make it a better place
For you and for me
And the entire human race
There are people dying
If you care enough
For the living
Make a better place
For you and for me

24

Monday, January 18, 2010


Kembali ke masa lalu kadang mengasyikkan. Rasanya melihat kembali tulisanku tempo lalu seakan membawaku memandang dan merasa kembali masa itu. Tidak ingin, tidak bisa kembali.
Saat ini aku hanya ingin menelusuri kembali jejak langkahku tempo itu. Mencoba menemukan kembali relung-relung hati yang tertutup oleh debu, mencoba kembali untuk jernih melihat hari ini, dan merasakan kembali semangat diri untuk menatap masa depan yang masih misteri.
Berikut salah satu tulisanku, yang kebetulan bertepatan dengan Ulang tahunku ke 24 waktu itu. Semoga berkenan.

What doesn’t kill you, will make you stronger.

Ciwidey, selatan
Bandung, Senin, 19 Maret 2007 jam 12.30 WIB


Semilir angin
yang menyejukkan

Hujan rintik
mulai membasahi bumi

Rasanya sangat
nyaman

melihat
hamparan sawah yang mulai menghijau.

Ah, mama Ujang
benar-benar luar biasa.

Mujair plus
lalapan sambal tadi sungguh memanjakan lidah dan perutku.

Benar-benar
penutup yang pas untuk sebuah minggu yang berat.

Dan pikiranku
pun mulai melayang liar.

Minggu ini usiaku genap 24 tahun.
Hanya berselisih satu tahun dari angka seperempat abad. Baru saja mengobrol panjang
lebar dengan seorang teman tadi yang ternyata ialah angkatan 2006, which means
sekitar 6 tahun lebih muda dariku. Wow, u never know how fast u are
getting old, right?!!

24, dan kita tak akan pernah tau berapa usia yang sudah
terjatah buat kita. Yang pasti ialah usiaku bertambah, dan jatah hidupku di
dunia baru saja berkurang. Dan baru saja waktuku yang tersisa untuk menyiapkan
bekal di dunia yang lebih kekal kelak sudah semakin menipis.

Kontemplasiku kembali berputar.

Kata demi kata yang terekam kembali termainkan……

[Ini bukan masalah yang besar], ini hanyalah masalah yang
seharusnya tidak perlu kita pusingkan di dunia ini.

Teguran itu keras, walau detailnya tak sepenuhnya tak
terbantahkan, substansinya tak dapat ditolak dengan pembelaan apapun jua, dan tetap
tak ada yang bisa merubah pahit yang diproduksinya. Sisi positifnya ialah, kini
aku yakin bahwa aku tidak membuat pilihan yang salah sebelumnya. Dan, aku bersyukur
Allah memberiku sebuah pembelajaran seperti ini sebelum akhir dari usiaku.

Masalah yang besar, mungkin kata-kata ini yang membuatku
menyukai pelajaran macroeconomics yang saat ini sedang kujalani di kuliahku. Macroeconomics adalah mata kuliah yang tidak pernah egois. Ia tak pernah hanya memikirkan satu atau beberapa peristiwa ekonomi yang terjadi. Ia memikirkan agregasi, sebuah kumpulan dari peristiwa-peristiwa ekonomi, baik permintaan maupun penawaran, yang terjadi.
Walau demikian, makro akhirnya tidak berdaya untuk menjawab
sebuah pertanyaan, mengapa Indonesia saat ini masih belum bisa beranjak dari krisis multidimensi yang dideritanya.
Dan sang dosen pun hanya akan selalu menjawab, bila kita tidak mampu merubah
kondisi yang ada, paling tidak jangan mencoba untuk memperparah situasinya.

Ilmu makro adalah peruntukan para pembuat kebijakan pembangunan. Mereka sudah terlalu banyak dipusingkan dengan ribuan alternatif peraturan untuk bisa merangsang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi untuk masyarakat.
Tapi peraturan akan tetap menjadi sebuah tong kosong belaka tanpa
disertai dengan keinginan dan partisipasi masyarakatnya untuk mendukung. Dengan
kata lain, ada pembagian tugas yang jelas bahwa pemerintah memikirkan kebijakan
yang pas untuk pembangunan, sementara masyarakat seharusnya mau ikut serta memusingkan masalah partisipasi dalam pembangunan di level mikro.

Dan terkait dengan partipasi masyarakat itu, sebuah
kehormatan dalam hari ulang tahunku kemarin, aku diperkenankan untuk bisa
menghadiri sebuah acara komunitas yang luar biasa, sebuah komunitas yang
mempunyai cita-cita untuk bisa memberi kontribusi yang konkrit untuk kemajuan
bangsa. Komunitas yang menyebut dirinya Tangan Di Atas, yang mencerminkan
sebuah keinginan untuk bisa sebanyak-banyaknya memberi, dan bukan meminta,
kepada orang lain. Sekumpulan pengusaha brilian yang pada Kamis kemarin
mendeklarasikan untuk menyumbangkan 20% pendapatan rutinnya untuk kalangan yang
tak berpunya.

Akhirnya kembali aku harus malu. Apa yang bisa aku sumbangkan sejauh ini untuk bangsaku? Untuk orang-orang di sekitarku? Bahkan terkadang aku tidak yakin bahwa aku tidak malah memperunyam masalah-masalah yang ada, dan bukan menjadi bagian dari
solusi.

Yap, pikiranku masih tetap melanglang buana. Sementara mataku sayup-sayup perlahan mulai menutup..

Minggu ini
rasanya berat sekali. Dari Senin kembali ke Senin, setiap hari berangkat pagi
dan selalu pulang ke rumah selepas pukul 10 malam. Hari kerja seminggu kemarin
dihabiskan dengan training dan kuliah, diselingi satu malam menghadiri undangan
TDA. Sabtu adalah hari berisikan sebuah rekor baru, 4 temanku serentak menikah.
Sayang, akhirnya hanya 3 yang bisa dikunjungi (sory for this, Id). Tapi yang
paling membahagiakan tetaplah di hari ini aku bisa berkontribusi untuk 2
sahabat terdekatku dan pasangannya. Pasangan muda yang pertama mendapat
kehormatan untuk disopiri dari Cipulir ke Kuningan, sementara sahabatku yang
kedua memintaku untuk menemaninya berkunjung ke rumah sang calon untuk
persiapan teknis hari-H. Hari minggu diawali dengan sempurna dengan mengikuti
dauroh murobbi (semacam training for trainer-red), dan diakhiri dengan
keblenger karena berdiskusi dengan seorang teman yang dengan haqqul yakin
berkata bahwa ia mendapatkan tanda-tanda untuk mencalonkan diri sebagai
presiden Indonesia di tahun 2009 atau 2014.

Dan berbicara
tentang minggu ini tidak akan lengkap tanpa menyinggung sosok bernama JK, warga
negara Swedia. Trainer GSM BSC Operation keturunan Pakistan ini tipikal muslim
Eropa yang mempunyai kesadaran tinggi akan politik akan tetapi kurang dalam
ibadah ritual. Ia mengecam diskriminasi yang dilakukan terhadap muslim pasca
9/11 dan menyitir teori konspirasi yang dilakukan CIA dalam kejadian itu. Ia
sosok yang menyenangkan dan bisa dikatakan trainer terbaik yang pernah
mengajarku sampai saat ini. Akhirnya ketika kami berhasil mengajaknya untuk
Shalat Jumat bersama, yang sudah lama tidak dilakukannya, ia dengan riang
berkata, bahwa kami akhirnya bisa membuat dia menjadi muslim. Akhirnya hanya
Allah-lah yang bisa membolak-balikkan hati seseorang.

Hmmm…memang
sangat nyaman berada di sini. Walaupun sudah tak lagi seperti dulu, Ciwidey
tetap menyisakan sebuah kesejukan yang bak oase di tengah kesumpekan hidup di
kota besar.

Minggu ini
akhirnya aku terbuka dengan bosku soal kuliahku. Ah, sebetulnya bukannya aku
ingin menyimpan rahasia akan ini, akan tetapi tempo hari semuanya masih belum
ada yang pasti. Secara jujur aku memang harus katakan bahwa selain pertimbangan
rasional, ada juga pertimbangan emosional yang mendasari keputusanku ini. Di
antaranya ialah tempo hari aku merasa sangat jenuh dan menginginkan sebuah
variasi baru. Yang terjadi kemudian adalah pasca aku fix lulus dari ujian
penerimaan di Prasmul, pekerjaanku yang lama di-outsource, so mau tidak
mau sekarang menunggu penempatan yang baru, yang bukan tidak mungkin di luar
Jakarta. Akhirnya memang belum ada yang pasti, bahkan kemungkinan yang terburuk
ialah aku harus mempostpone kuliahku ini.

Soal ini, beberapa
temanku sudah memperingatkanku sebelumnya. Sebagian menyarankanku untuk
menundanya, sebagian menyarankan untuk mencari beasiswa ke luar, dan sebagian
malah menyarankan untuk mengambil titel M.Si yang lebih ke arah kebijakan
publik [hhh...truly for this I have to say that I just want to be a humble
citizen, not a policy maker, but thats doesn’t mean I will become apatist]. Terkait
ini, pernah dengan bercanda, aku malah berkata ke temanku, jangan hanya pasrahkan
nasib kita ke tangan anak-anak ekonomi (or sosial-red), hehe. Anyway, apapun
itu aku sudah mengambil keputusan sebelumnya dan saat ini aku masih menunggu konsekuensi
dari keputusan ini.

Ciwidey,
sebetulnya tadinya aku enggan ketika temanku meminta bantuan untuk mengantarnya
ke daerah ini. Apalagi, ketika ternyata di hari-H temanku ini mendadak tidak
bisa ikut dan akhirnya meninggalkanku dengan 4 rekannya yang baru kukenal di
hari itu….

Sepertinya bulan
Maret menjadi penanda dari fase kehidupanku. Maret 2005, aku diterima di
Siemens tepat di hari ulang tahunku. Terjadilah peralihan dari fase akademis idealis
ke arah rasional pragmatis. Fase berikutnya Maret 2006 dan seterusnya, saat aku
ada di Ericsson, aku sebut sebagai fase emosional humanis. Karena di fase
inilah aku mendapat kesempatan untuk mencoba banyak pilihan di dalam
kehidupanku, salah satunya ialah nge-blog ini. Saat ini sudah bulan Maret 2007.
Aku belum tahu fase seperti apa yang ada di depan mataku. Akan tetapi, yang
pasti, setiap Maret sejauh ini selalu ada pergantian project yang harus aku
tangani. Hopefully, fase ke depan akan menjadi fase pematangan untuk
karakterku. Of course, if I still have enough time to do that.

Anyway, sejak saat itu, there won’t be just “No Pain No
Gain”, but it will also about “Just Let It Go”..coz as u already know, Life is
Beautiful,huh.

Ciwidey, aku tidak tahu kapan lagi akan mendapat
kesempatan untuk banyak merenung seperti ini.

Hari ketika aku meng-upload blog ini, berarti tepat 1 bulan
semenjak aku mengakses friendsterku yang terakhir. Mungkin mulai saat-saat ini tidak akan bisa lagi
seintens dulu. Blog ini pun mungkin akan semakin jarang untuk diakses
lagi. Aku merencanakan untuk membuat perubahan, tapi semuanya masih berputar di
otakku, dan belum ada cukup waktu untuk merealisasikan. Yang pasti aku senang
sejauh ini bisa memiliki kesempatan untuk menuangkan aktualisasi diriku di
media ini.

Ciwidey,
ajakan untuk shalat itu akhirnya membangunkanku kembali ke dunia nyata. Ternyata
pilihanku untuk ke Ciwidey tidaklah salah. Ia sangatlah indah, pantas untuk
dijadikan tempat melarikan diri sejenak dari kepenatan sebuah kota besar. Dan
teman-teman baruku ini, 1 orang sebaya, 1 orang berjarak 20 tahun lebih tua
dariku, dan 2 lainnya lebih muda 4-6 tahun dariku, ternyata adalah sosok yang
menyenangkan. Dan masih ada Kawah Putih, Air panas Cimanggu, kebon teh
Ciwalini, dan Situ Patenggan untuk dikunjungi setelah ini.

—-Teruntuk
semua yang menginspirasikan tulisan ini, terima kasihku untukmu dan aku
bersyukur Allah memberikan kalian untuk mengisi hidupku, semoga Allah
memberikan kepada kalian yang terbaik. ———

Kalah

Menyerah kalah!!
Jauh lebih mudah untuk mengibarkan bendera putih
di saat keinginan tak juga menjadi kenyataan
di saat tujuan rasanya jauh berada di awang-awang
di saat sepertinya tak ada yang menyahut seruan yang keluar..
dan sambutan tak seperti yang diharapkan.

Kalah adalah biasa
Hidup seolah jadi pergiliran dua keping mata kehidupan,
siang dan malam
atas dan bawah
dan juga menang dan kalah..

Apa iya kalah itu tak mulia?
Ow..seorang berkata kalah itu kemenangan yang tertunda..
Kalah itu adalah bagian dari proses kehidupan..
Kalah itu membawa kita kembali menginjak bumi..

Saat ini aku kalah...
Tapi tidak..
Aku tidak ingin menyerah.

Evaluasi Akhir Tahun Rumah Video & KitPro Indonesia

Monday, December 28, 2009


Berpikir dan berpikir lagi...sebentar lagi 2009 akan terlampaui..dan sedikit corat coret (en curhat mungkin) sebelum evaluasi nantinya secara menyeluruh untuk kinerja Rumah Video di tahun 2009 kemarin.

Prestasi :
1) Konsisten dalam branding Rumah Video dan KitPro Indonesia via web (rumahvideo.com dan kitproindonesia.com). Rumah Video lebih ditujukan untuk lini produk video dokumentasi dan foto untuk segmen individu dan perusahaan, sementara KitPro lebih ditujukan untuk lini produk video profile untuk segmen corporate. Paling tidak sudah ada beberapa order yang masuk via web tersebut.

2) Dibandingkan tahun sebelumnya, sales dilakukan secara lebih intensif ke perusahaan-perusahaan yang ada di Jakarta. Ada pergiliran untuk jenis perusahaan yang dikunjungi, satu waktu ke perusahaan outbound, lalu ke lembaga training, kampus, hotel, sekolah, perusahaan obat, dsb.

3) Selain inovasi selling di segmen corporate, inovasi dilakukan untuk segmen individu dengan mendirikan konsep gerai pada pertengahan tahun. Dengan fixed cost yang tidak jauh berbeda dari sebelumnya, konsep gerai ditujukan untuk memperbesar potensi pendapatan dari segmen individu yang sebelumnya kurang tergarap. Alhamdulillah, tingkat sales-nya cukup membantu kemarin, dengan peningkatan sales yang signifikan terutama untuk lini produk transferan, editan dan dokumentasi. Beberapa selling terbukti membantu signifikan, seperti orderan transferan hingga ratusan kaset dari sebuah sekolah swasta ternama di Jakarta, dan lainnya.

Evaluasi :
1) Secara umum, efek krisis 2008 kemarin memang membuat perusahaan banyak memotong atau menunda budget audio visualnya. Progress sales ke corporate secara umum berlangsung stagnan tahun kemarin. Alhamdulillah masih banyak tertolong oleh klien lama yang masih rutin mempercayakan dokumentasi rutinnya kepada kami, dan juga tertolong oleh peningkatan sales di segmen individu. Ke depannya sejalan dengan prospek ekonomi yang lebih optimis di 2010, Insya Allah semoga berdampak positif pada peningkatan sales di segmen corporate ini.

2) Jor-joran budget ekspansi usaha di awal tahun dalam bentuk peningkatan biaya marketing dan penambahan SDM ternyata tidak langsung berdampak pada peningkatan sales, terutama di level corporate. Proses penanaman kepercayaan dan juga market education di level corporate membutuhkan waktu dan upaya yang konsisten, sehingga efisiensi dalam pemanfaatan budget perlu dilakukan untuk bisa melewati proses "maraton" tersebut. Ke depannya perlu budget planning yang lebih ketat dan bijak.

3) Good in planning, but need improvement in execution. Proyeksi keuangan yang sudah dibuat secara rapi di awal dan tengah tahun kurang diterapkan secara disiplin di lapangan. Memang kondisi menghendaki banyak improvisasi ketika tahun berjalan, hanya saja ke depannya, keseimbangan antara planning dan eksekusi perlu lebih diperhatikan lagi. Selain itu, kerapihan pelaporan keuangan ke depan perlu diperbaiki.

Evaluasi besarnya, target sales dan laba 2009 tidak tercapai. Targetnya memang ambisius kala itu, dengan asumsi optimis pertumbuhan omset sampai 10x-nya.

Semoga raker tahunan ke depan bisa memutuskan langkah-langkah strategis untuk tahun ke depan...banyak PR ternyata untuk 2010...
Bicara optimis, kita berharap kondisi corporate lebih baik tahun depan, jadi alokasi budget untuk audio visual bisa bertambah, dan semoga masih ada cukup "kue" untuk kita. Kondisi pasar individu, pertumbuhan camcoder digital tahun ini sebesar 25%, menjadi sekitar 120rb unit. Dengan berbasis data yang ada bahwa pasar camcoder 60% terpusat di Jakarta, ada sekitar 72rb unit yang terjual tahun ini. Asumsi kasar, paling tidak ada 400-500ribuan pemilik camcoder di Jakarta saat ini. Untuk pasar ini, transfer dan editan diharapkan bisa menjadi andalan. Market education perlu terus dilakukan agar awareness pemilik camcoder akan urgensi kualitas rekaman audio visual momen-momen berharga mereka bisa terus meningkat.

Hopefully, 2010 will be interesting and successfull year...:)

Kemenangan

Dapat kata-kata bagus dari sebuah buku yang sebetulnya buku lama, buku tahun 1947 yang terjemahannya berjudul "Jurus Anti Gagal dalam Menjual". Syair yang inspiratif yang ditulis oleh Herbert Kauffman.........

Kemenangan

Kamu adalah orang yang biasa membual
bahwa kamu akan meraih yang terbesar
suatu hari nanti.

Sebenarnya kamu hanya ingin pamer,
menunjukkan seberapa banyak yang kamu tahu,
dan membuktikan seberapa jauh jarak yang bisa kamu
tempuh.

Setahun sudah kita lewati.
Gagasan baru apa saja yang muncul di benakmu?
Seberapa banyak hal besar yang kamu lakukan?

Waktu menyerahkan dua belas bulan yang selalu baru ke tanganmu.
Seberapa banyak peluang darinya yang kamu manfaatkan
dan
raih lagi sementara begitu sering kamu melewatkannya?

Kita tidak menemukan namamu di daftar orang-orang sukses.
Jelaskan kenapa?
Ah tidak, itu bukan karena kamu tidak punya kesempatan!
Seperti biasa -- kamu tidak berbuat apa-apa.

Selamat Tahun Baru 1431 H

Friday, December 18, 2009

Allahummaj'al awwalhadzihissanati shalahan wa awsathaha sururan wa akhiraha najahan. Ya Allah jadikan awal tahun ini perbaikan, pertengahannya kegembiraan dan akhirnya kesuksesan.

selamat tahun baru 1431 H!! :)

Rela Pada Ketentuan Allah

Monday, December 07, 2009


Nemu kata-kata indah di bawah ketika berselancar di dunia maya...
Sejuk...bagai embun yang menetes di bebatuan yang mulai mengeras..
Something missing in all the puzzle of my life...know it..and I still try to figure it out..for now I just wanna be Ikhlas..:)

Rela Pada Ketentuan Allah
Oleh: Imam Asy-Syafi’i

Biarkanlah hari-hari berbuat semaunya
Berlapang dada-lah jika takdir menimpa

Jangan berkeluh-kesah atas musibah di malam hari
Tiada musibah yang kekal di muka bumi
Jadilah laki-laki tegar dalam menghadapi tragedi
Berlakulah pema’af selalu menepati janji

Jika banyak aibmu di mata manusia
Sedang engkau berharap menutupinya
Bersembunyilah engkau di balik derma
Dengan derma aibmu tertutup semua

Jangan pernah terlihat lemah di depan musuhmu
Sungguh malapetaka jika musuh menertawaimu

Jangan berharap dari orang kikir kemurahan
Di neraka tiada air bagi orang yang kehausan
Rizkimu tidak berkurang karena kerja wajar perlahan
Berlelah-lelah tidak menambah rizki seseorang

Tiada kesedihan yang kekal tidak pula kebahagiaan
Tiada kesulitan yang abadi tidak pula kemudahan

Jika engkau berhati puas dan mudah menerima
Sungguh, antara engkau dan raja dunia tiada beda

Barangsiapa kematian datang menjemputnya
Langit dan bumi tak kan mampu melindunginya

Bumi Allah begitu lapang luas membentang
Namun seakan sempit kala ajal menjelang

Biarkanlah hari-hari ingkar janji setiap saat
Kematian tak mungkin dicegah dengan obat

Why You Quit??

Saturday, August 08, 2009


Having read again my written at April 26, 2009 about my next plan, I must admit, everything is not always going as my previous plan.

I know, its just a bit difference between flexible and inconsistent. I don't wanna be someone inconsistent. Its not also about being opportunistic. It just like suddenly without any previous plan, you got a chance to put yourself into some challenging and interesting situation.

For sure, I'd like to be at the company. Ericsson Indonesia is a great place to work, get valuable experience, getting know best people with great characteristic and charisma. Get friendship with many good people there, experience time together, knowing each other, laugh, and having pressure together is kinda become something like a bond.

So why you quit?? That's a simple question asking by my senior there. I consider him as one of my mentor there.
It's complicated to answer. Its a combination of some side of me which looking for freedom -not only at weekend, but also at weekdays-, and some side of me which looking for a chance to be someone more considerable, with more responsibility, and some side of me which looking for more money. And that combination is all putting there.

For now, its a chance to be a leader, develop something from beginning, coordinating people with different experience and behavior, and still have to keep up with the technology.

All the technical and nontechnical put together there. It just a temporary project, so we push to deliver it as best as we can, so we will be able to continue it in near future, hopefully expand the coverage of service. It's temporary, so I think I can still get a chance to enjoy the result, taking relax for a couple of weeks when it's finished and being ready for next interesting project.

It's challenging coz there is no guarantee to always be involved in projects, and hold the status of employee. It's OK for me, coz in private company, there is no long life job, instead we have to always show that we are long life capable for the jobs.

The money somehow is good. It's true that with high risk, there is chance for more gain.

When you see Cashflow Quadrant from Robert Kiyosaki, I categorise myself now at Quadrant Self-Employeed. I must admit this is so far my best quadrant handled. I still wants to be well and best qualified also for the other quadrant, Business Owner and Investor. I still learn, Alhamdulillah it still running.

So I'm pretty sure (and I have and must to) that this is the best decision I could have taken. There is no way back, a path, new road already there in front of me. My book of life still continue, my old chapter already closed. Hopefully there is a happy ending waiting.

But, I must admit.....I miss all my friends there...:(

Showreel Rumah Video

Testimonial tentang Audio Visual



Abu Sangkan – Trainer “Shalat Khusyu”
“Peran media audio visual sangat efektif dalam penyampaian da’wah-da’wah saya.”

Adha Muawiyah – Line Producer “Sinemart”
“ Video Company Profile sangat efektif dan efisien untuk memperkenalkan citra perusahaan kita lebih cepat. Klien maupun investor dapat lebih jelas mengetahui apa yang dia inginkan atau tuju pada perusahaan kita.”

Wuryanano – CEO PT Swastika Prima International, Direktur Lembaga Pendidikan Profesi SWASTIKA PRIMA Community College, Founder Super Mind Power Training, Penulis Buku Best Seller
“Dengan memiliki perangkat bisnis pada media Audio Visual ini, maka akan semakin meningkatkan performa bisnis dan perusahaan kita. Produk dan jasa kita pasti semakin bagus dalam pelayanan dan kualitasnya.”

Hidayatullah – Direktur PT Selaras Inti Prima Indonesia
“Media audio visual yang sangat efektif dalam membantu kinerja marketing kami, serta menjadi added value tersendiri untuk perusahaan kami.”

Note :
Alhamdulillah, materi untuk casing CD Showreel Rumah Video sudah selesai. CD ini sendiri berisikan portofolio produk-produk yang pernah kami hasilkan, mulai dari Video dokumentasi, Video profile, CD interaktif, Website, Clip&Commercial, Video Promo.Semoga bisa menjadi salah satu wahana untuk beramal lebih bagi kami. Terima kasih sebesar-besarnya kami haturkan untuk semua pihak yang dengan sukarela telah memberikan testimonialnya. Hanya Allah jualah yang bisa membalas-Nya.