Heal the World

Friday, January 29, 2010



Theres a place in
Your heart
And I know that it is love
And this place could
Be much
Brighter than tomorrow
And if you really try
Youll find theres no need
To cry
In this place youll feel
Theres no hurt or sorrow


There are ways
To get there
If you care enough
For the living
Make a little space
Make a better place...

Heal the world
Make it a better place
For you and for me
And the entire human race
There are people dying
If you care enough
For the living
Make a better place
For you and for me

24

Monday, January 18, 2010


Kembali ke masa lalu kadang mengasyikkan. Rasanya melihat kembali tulisanku tempo lalu seakan membawaku memandang dan merasa kembali masa itu. Tidak ingin, tidak bisa kembali.
Saat ini aku hanya ingin menelusuri kembali jejak langkahku tempo itu. Mencoba menemukan kembali relung-relung hati yang tertutup oleh debu, mencoba kembali untuk jernih melihat hari ini, dan merasakan kembali semangat diri untuk menatap masa depan yang masih misteri.
Berikut salah satu tulisanku, yang kebetulan bertepatan dengan Ulang tahunku ke 24 waktu itu. Semoga berkenan.

What doesn’t kill you, will make you stronger.

Ciwidey, selatan
Bandung, Senin, 19 Maret 2007 jam 12.30 WIB


Semilir angin
yang menyejukkan

Hujan rintik
mulai membasahi bumi

Rasanya sangat
nyaman

melihat
hamparan sawah yang mulai menghijau.

Ah, mama Ujang
benar-benar luar biasa.

Mujair plus
lalapan sambal tadi sungguh memanjakan lidah dan perutku.

Benar-benar
penutup yang pas untuk sebuah minggu yang berat.

Dan pikiranku
pun mulai melayang liar.

Minggu ini usiaku genap 24 tahun.
Hanya berselisih satu tahun dari angka seperempat abad. Baru saja mengobrol panjang
lebar dengan seorang teman tadi yang ternyata ialah angkatan 2006, which means
sekitar 6 tahun lebih muda dariku. Wow, u never know how fast u are
getting old, right?!!

24, dan kita tak akan pernah tau berapa usia yang sudah
terjatah buat kita. Yang pasti ialah usiaku bertambah, dan jatah hidupku di
dunia baru saja berkurang. Dan baru saja waktuku yang tersisa untuk menyiapkan
bekal di dunia yang lebih kekal kelak sudah semakin menipis.

Kontemplasiku kembali berputar.

Kata demi kata yang terekam kembali termainkan……

[Ini bukan masalah yang besar], ini hanyalah masalah yang
seharusnya tidak perlu kita pusingkan di dunia ini.

Teguran itu keras, walau detailnya tak sepenuhnya tak
terbantahkan, substansinya tak dapat ditolak dengan pembelaan apapun jua, dan tetap
tak ada yang bisa merubah pahit yang diproduksinya. Sisi positifnya ialah, kini
aku yakin bahwa aku tidak membuat pilihan yang salah sebelumnya. Dan, aku bersyukur
Allah memberiku sebuah pembelajaran seperti ini sebelum akhir dari usiaku.

Masalah yang besar, mungkin kata-kata ini yang membuatku
menyukai pelajaran macroeconomics yang saat ini sedang kujalani di kuliahku. Macroeconomics adalah mata kuliah yang tidak pernah egois. Ia tak pernah hanya memikirkan satu atau beberapa peristiwa ekonomi yang terjadi. Ia memikirkan agregasi, sebuah kumpulan dari peristiwa-peristiwa ekonomi, baik permintaan maupun penawaran, yang terjadi.
Walau demikian, makro akhirnya tidak berdaya untuk menjawab
sebuah pertanyaan, mengapa Indonesia saat ini masih belum bisa beranjak dari krisis multidimensi yang dideritanya.
Dan sang dosen pun hanya akan selalu menjawab, bila kita tidak mampu merubah
kondisi yang ada, paling tidak jangan mencoba untuk memperparah situasinya.

Ilmu makro adalah peruntukan para pembuat kebijakan pembangunan. Mereka sudah terlalu banyak dipusingkan dengan ribuan alternatif peraturan untuk bisa merangsang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi untuk masyarakat.
Tapi peraturan akan tetap menjadi sebuah tong kosong belaka tanpa
disertai dengan keinginan dan partisipasi masyarakatnya untuk mendukung. Dengan
kata lain, ada pembagian tugas yang jelas bahwa pemerintah memikirkan kebijakan
yang pas untuk pembangunan, sementara masyarakat seharusnya mau ikut serta memusingkan masalah partisipasi dalam pembangunan di level mikro.

Dan terkait dengan partipasi masyarakat itu, sebuah
kehormatan dalam hari ulang tahunku kemarin, aku diperkenankan untuk bisa
menghadiri sebuah acara komunitas yang luar biasa, sebuah komunitas yang
mempunyai cita-cita untuk bisa memberi kontribusi yang konkrit untuk kemajuan
bangsa. Komunitas yang menyebut dirinya Tangan Di Atas, yang mencerminkan
sebuah keinginan untuk bisa sebanyak-banyaknya memberi, dan bukan meminta,
kepada orang lain. Sekumpulan pengusaha brilian yang pada Kamis kemarin
mendeklarasikan untuk menyumbangkan 20% pendapatan rutinnya untuk kalangan yang
tak berpunya.

Akhirnya kembali aku harus malu. Apa yang bisa aku sumbangkan sejauh ini untuk bangsaku? Untuk orang-orang di sekitarku? Bahkan terkadang aku tidak yakin bahwa aku tidak malah memperunyam masalah-masalah yang ada, dan bukan menjadi bagian dari
solusi.

Yap, pikiranku masih tetap melanglang buana. Sementara mataku sayup-sayup perlahan mulai menutup..

Minggu ini
rasanya berat sekali. Dari Senin kembali ke Senin, setiap hari berangkat pagi
dan selalu pulang ke rumah selepas pukul 10 malam. Hari kerja seminggu kemarin
dihabiskan dengan training dan kuliah, diselingi satu malam menghadiri undangan
TDA. Sabtu adalah hari berisikan sebuah rekor baru, 4 temanku serentak menikah.
Sayang, akhirnya hanya 3 yang bisa dikunjungi (sory for this, Id). Tapi yang
paling membahagiakan tetaplah di hari ini aku bisa berkontribusi untuk 2
sahabat terdekatku dan pasangannya. Pasangan muda yang pertama mendapat
kehormatan untuk disopiri dari Cipulir ke Kuningan, sementara sahabatku yang
kedua memintaku untuk menemaninya berkunjung ke rumah sang calon untuk
persiapan teknis hari-H. Hari minggu diawali dengan sempurna dengan mengikuti
dauroh murobbi (semacam training for trainer-red), dan diakhiri dengan
keblenger karena berdiskusi dengan seorang teman yang dengan haqqul yakin
berkata bahwa ia mendapatkan tanda-tanda untuk mencalonkan diri sebagai
presiden Indonesia di tahun 2009 atau 2014.

Dan berbicara
tentang minggu ini tidak akan lengkap tanpa menyinggung sosok bernama JK, warga
negara Swedia. Trainer GSM BSC Operation keturunan Pakistan ini tipikal muslim
Eropa yang mempunyai kesadaran tinggi akan politik akan tetapi kurang dalam
ibadah ritual. Ia mengecam diskriminasi yang dilakukan terhadap muslim pasca
9/11 dan menyitir teori konspirasi yang dilakukan CIA dalam kejadian itu. Ia
sosok yang menyenangkan dan bisa dikatakan trainer terbaik yang pernah
mengajarku sampai saat ini. Akhirnya ketika kami berhasil mengajaknya untuk
Shalat Jumat bersama, yang sudah lama tidak dilakukannya, ia dengan riang
berkata, bahwa kami akhirnya bisa membuat dia menjadi muslim. Akhirnya hanya
Allah-lah yang bisa membolak-balikkan hati seseorang.

Hmmm…memang
sangat nyaman berada di sini. Walaupun sudah tak lagi seperti dulu, Ciwidey
tetap menyisakan sebuah kesejukan yang bak oase di tengah kesumpekan hidup di
kota besar.

Minggu ini
akhirnya aku terbuka dengan bosku soal kuliahku. Ah, sebetulnya bukannya aku
ingin menyimpan rahasia akan ini, akan tetapi tempo hari semuanya masih belum
ada yang pasti. Secara jujur aku memang harus katakan bahwa selain pertimbangan
rasional, ada juga pertimbangan emosional yang mendasari keputusanku ini. Di
antaranya ialah tempo hari aku merasa sangat jenuh dan menginginkan sebuah
variasi baru. Yang terjadi kemudian adalah pasca aku fix lulus dari ujian
penerimaan di Prasmul, pekerjaanku yang lama di-outsource, so mau tidak
mau sekarang menunggu penempatan yang baru, yang bukan tidak mungkin di luar
Jakarta. Akhirnya memang belum ada yang pasti, bahkan kemungkinan yang terburuk
ialah aku harus mempostpone kuliahku ini.

Soal ini, beberapa
temanku sudah memperingatkanku sebelumnya. Sebagian menyarankanku untuk
menundanya, sebagian menyarankan untuk mencari beasiswa ke luar, dan sebagian
malah menyarankan untuk mengambil titel M.Si yang lebih ke arah kebijakan
publik [hhh...truly for this I have to say that I just want to be a humble
citizen, not a policy maker, but thats doesn’t mean I will become apatist]. Terkait
ini, pernah dengan bercanda, aku malah berkata ke temanku, jangan hanya pasrahkan
nasib kita ke tangan anak-anak ekonomi (or sosial-red), hehe. Anyway, apapun
itu aku sudah mengambil keputusan sebelumnya dan saat ini aku masih menunggu konsekuensi
dari keputusan ini.

Ciwidey,
sebetulnya tadinya aku enggan ketika temanku meminta bantuan untuk mengantarnya
ke daerah ini. Apalagi, ketika ternyata di hari-H temanku ini mendadak tidak
bisa ikut dan akhirnya meninggalkanku dengan 4 rekannya yang baru kukenal di
hari itu….

Sepertinya bulan
Maret menjadi penanda dari fase kehidupanku. Maret 2005, aku diterima di
Siemens tepat di hari ulang tahunku. Terjadilah peralihan dari fase akademis idealis
ke arah rasional pragmatis. Fase berikutnya Maret 2006 dan seterusnya, saat aku
ada di Ericsson, aku sebut sebagai fase emosional humanis. Karena di fase
inilah aku mendapat kesempatan untuk mencoba banyak pilihan di dalam
kehidupanku, salah satunya ialah nge-blog ini. Saat ini sudah bulan Maret 2007.
Aku belum tahu fase seperti apa yang ada di depan mataku. Akan tetapi, yang
pasti, setiap Maret sejauh ini selalu ada pergantian project yang harus aku
tangani. Hopefully, fase ke depan akan menjadi fase pematangan untuk
karakterku. Of course, if I still have enough time to do that.

Anyway, sejak saat itu, there won’t be just “No Pain No
Gain”, but it will also about “Just Let It Go”..coz as u already know, Life is
Beautiful,huh.

Ciwidey, aku tidak tahu kapan lagi akan mendapat
kesempatan untuk banyak merenung seperti ini.

Hari ketika aku meng-upload blog ini, berarti tepat 1 bulan
semenjak aku mengakses friendsterku yang terakhir. Mungkin mulai saat-saat ini tidak akan bisa lagi
seintens dulu. Blog ini pun mungkin akan semakin jarang untuk diakses
lagi. Aku merencanakan untuk membuat perubahan, tapi semuanya masih berputar di
otakku, dan belum ada cukup waktu untuk merealisasikan. Yang pasti aku senang
sejauh ini bisa memiliki kesempatan untuk menuangkan aktualisasi diriku di
media ini.

Ciwidey,
ajakan untuk shalat itu akhirnya membangunkanku kembali ke dunia nyata. Ternyata
pilihanku untuk ke Ciwidey tidaklah salah. Ia sangatlah indah, pantas untuk
dijadikan tempat melarikan diri sejenak dari kepenatan sebuah kota besar. Dan
teman-teman baruku ini, 1 orang sebaya, 1 orang berjarak 20 tahun lebih tua
dariku, dan 2 lainnya lebih muda 4-6 tahun dariku, ternyata adalah sosok yang
menyenangkan. Dan masih ada Kawah Putih, Air panas Cimanggu, kebon teh
Ciwalini, dan Situ Patenggan untuk dikunjungi setelah ini.

—-Teruntuk
semua yang menginspirasikan tulisan ini, terima kasihku untukmu dan aku
bersyukur Allah memberikan kalian untuk mengisi hidupku, semoga Allah
memberikan kepada kalian yang terbaik. ———

Kalah

Menyerah kalah!!
Jauh lebih mudah untuk mengibarkan bendera putih
di saat keinginan tak juga menjadi kenyataan
di saat tujuan rasanya jauh berada di awang-awang
di saat sepertinya tak ada yang menyahut seruan yang keluar..
dan sambutan tak seperti yang diharapkan.

Kalah adalah biasa
Hidup seolah jadi pergiliran dua keping mata kehidupan,
siang dan malam
atas dan bawah
dan juga menang dan kalah..

Apa iya kalah itu tak mulia?
Ow..seorang berkata kalah itu kemenangan yang tertunda..
Kalah itu adalah bagian dari proses kehidupan..
Kalah itu membawa kita kembali menginjak bumi..

Saat ini aku kalah...
Tapi tidak..
Aku tidak ingin menyerah.

Evaluasi Akhir Tahun Rumah Video & KitPro Indonesia

Monday, December 28, 2009


Berpikir dan berpikir lagi...sebentar lagi 2009 akan terlampaui..dan sedikit corat coret (en curhat mungkin) sebelum evaluasi nantinya secara menyeluruh untuk kinerja Rumah Video di tahun 2009 kemarin.

Prestasi :
1) Konsisten dalam branding Rumah Video dan KitPro Indonesia via web (rumahvideo.com dan kitproindonesia.com). Rumah Video lebih ditujukan untuk lini produk video dokumentasi dan foto untuk segmen individu dan perusahaan, sementara KitPro lebih ditujukan untuk lini produk video profile untuk segmen corporate. Paling tidak sudah ada beberapa order yang masuk via web tersebut.

2) Dibandingkan tahun sebelumnya, sales dilakukan secara lebih intensif ke perusahaan-perusahaan yang ada di Jakarta. Ada pergiliran untuk jenis perusahaan yang dikunjungi, satu waktu ke perusahaan outbound, lalu ke lembaga training, kampus, hotel, sekolah, perusahaan obat, dsb.

3) Selain inovasi selling di segmen corporate, inovasi dilakukan untuk segmen individu dengan mendirikan konsep gerai pada pertengahan tahun. Dengan fixed cost yang tidak jauh berbeda dari sebelumnya, konsep gerai ditujukan untuk memperbesar potensi pendapatan dari segmen individu yang sebelumnya kurang tergarap. Alhamdulillah, tingkat sales-nya cukup membantu kemarin, dengan peningkatan sales yang signifikan terutama untuk lini produk transferan, editan dan dokumentasi. Beberapa selling terbukti membantu signifikan, seperti orderan transferan hingga ratusan kaset dari sebuah sekolah swasta ternama di Jakarta, dan lainnya.

Evaluasi :
1) Secara umum, efek krisis 2008 kemarin memang membuat perusahaan banyak memotong atau menunda budget audio visualnya. Progress sales ke corporate secara umum berlangsung stagnan tahun kemarin. Alhamdulillah masih banyak tertolong oleh klien lama yang masih rutin mempercayakan dokumentasi rutinnya kepada kami, dan juga tertolong oleh peningkatan sales di segmen individu. Ke depannya sejalan dengan prospek ekonomi yang lebih optimis di 2010, Insya Allah semoga berdampak positif pada peningkatan sales di segmen corporate ini.

2) Jor-joran budget ekspansi usaha di awal tahun dalam bentuk peningkatan biaya marketing dan penambahan SDM ternyata tidak langsung berdampak pada peningkatan sales, terutama di level corporate. Proses penanaman kepercayaan dan juga market education di level corporate membutuhkan waktu dan upaya yang konsisten, sehingga efisiensi dalam pemanfaatan budget perlu dilakukan untuk bisa melewati proses "maraton" tersebut. Ke depannya perlu budget planning yang lebih ketat dan bijak.

3) Good in planning, but need improvement in execution. Proyeksi keuangan yang sudah dibuat secara rapi di awal dan tengah tahun kurang diterapkan secara disiplin di lapangan. Memang kondisi menghendaki banyak improvisasi ketika tahun berjalan, hanya saja ke depannya, keseimbangan antara planning dan eksekusi perlu lebih diperhatikan lagi. Selain itu, kerapihan pelaporan keuangan ke depan perlu diperbaiki.

Evaluasi besarnya, target sales dan laba 2009 tidak tercapai. Targetnya memang ambisius kala itu, dengan asumsi optimis pertumbuhan omset sampai 10x-nya.

Semoga raker tahunan ke depan bisa memutuskan langkah-langkah strategis untuk tahun ke depan...banyak PR ternyata untuk 2010...
Bicara optimis, kita berharap kondisi corporate lebih baik tahun depan, jadi alokasi budget untuk audio visual bisa bertambah, dan semoga masih ada cukup "kue" untuk kita. Kondisi pasar individu, pertumbuhan camcoder digital tahun ini sebesar 25%, menjadi sekitar 120rb unit. Dengan berbasis data yang ada bahwa pasar camcoder 60% terpusat di Jakarta, ada sekitar 72rb unit yang terjual tahun ini. Asumsi kasar, paling tidak ada 400-500ribuan pemilik camcoder di Jakarta saat ini. Untuk pasar ini, transfer dan editan diharapkan bisa menjadi andalan. Market education perlu terus dilakukan agar awareness pemilik camcoder akan urgensi kualitas rekaman audio visual momen-momen berharga mereka bisa terus meningkat.

Hopefully, 2010 will be interesting and successfull year...:)

Kemenangan

Dapat kata-kata bagus dari sebuah buku yang sebetulnya buku lama, buku tahun 1947 yang terjemahannya berjudul "Jurus Anti Gagal dalam Menjual". Syair yang inspiratif yang ditulis oleh Herbert Kauffman.........

Kemenangan

Kamu adalah orang yang biasa membual
bahwa kamu akan meraih yang terbesar
suatu hari nanti.

Sebenarnya kamu hanya ingin pamer,
menunjukkan seberapa banyak yang kamu tahu,
dan membuktikan seberapa jauh jarak yang bisa kamu
tempuh.

Setahun sudah kita lewati.
Gagasan baru apa saja yang muncul di benakmu?
Seberapa banyak hal besar yang kamu lakukan?

Waktu menyerahkan dua belas bulan yang selalu baru ke tanganmu.
Seberapa banyak peluang darinya yang kamu manfaatkan
dan
raih lagi sementara begitu sering kamu melewatkannya?

Kita tidak menemukan namamu di daftar orang-orang sukses.
Jelaskan kenapa?
Ah tidak, itu bukan karena kamu tidak punya kesempatan!
Seperti biasa -- kamu tidak berbuat apa-apa.

Selamat Tahun Baru 1431 H

Friday, December 18, 2009

Allahummaj'al awwalhadzihissanati shalahan wa awsathaha sururan wa akhiraha najahan. Ya Allah jadikan awal tahun ini perbaikan, pertengahannya kegembiraan dan akhirnya kesuksesan.

selamat tahun baru 1431 H!! :)

Rela Pada Ketentuan Allah

Monday, December 07, 2009


Nemu kata-kata indah di bawah ketika berselancar di dunia maya...
Sejuk...bagai embun yang menetes di bebatuan yang mulai mengeras..
Something missing in all the puzzle of my life...know it..and I still try to figure it out..for now I just wanna be Ikhlas..:)

Rela Pada Ketentuan Allah
Oleh: Imam Asy-Syafi’i

Biarkanlah hari-hari berbuat semaunya
Berlapang dada-lah jika takdir menimpa

Jangan berkeluh-kesah atas musibah di malam hari
Tiada musibah yang kekal di muka bumi
Jadilah laki-laki tegar dalam menghadapi tragedi
Berlakulah pema’af selalu menepati janji

Jika banyak aibmu di mata manusia
Sedang engkau berharap menutupinya
Bersembunyilah engkau di balik derma
Dengan derma aibmu tertutup semua

Jangan pernah terlihat lemah di depan musuhmu
Sungguh malapetaka jika musuh menertawaimu

Jangan berharap dari orang kikir kemurahan
Di neraka tiada air bagi orang yang kehausan
Rizkimu tidak berkurang karena kerja wajar perlahan
Berlelah-lelah tidak menambah rizki seseorang

Tiada kesedihan yang kekal tidak pula kebahagiaan
Tiada kesulitan yang abadi tidak pula kemudahan

Jika engkau berhati puas dan mudah menerima
Sungguh, antara engkau dan raja dunia tiada beda

Barangsiapa kematian datang menjemputnya
Langit dan bumi tak kan mampu melindunginya

Bumi Allah begitu lapang luas membentang
Namun seakan sempit kala ajal menjelang

Biarkanlah hari-hari ingkar janji setiap saat
Kematian tak mungkin dicegah dengan obat

Why You Quit??

Saturday, August 08, 2009


Having read again my written at April 26, 2009 about my next plan, I must admit, everything is not always going as my previous plan.

I know, its just a bit difference between flexible and inconsistent. I don't wanna be someone inconsistent. Its not also about being opportunistic. It just like suddenly without any previous plan, you got a chance to put yourself into some challenging and interesting situation.

For sure, I'd like to be at the company. Ericsson Indonesia is a great place to work, get valuable experience, getting know best people with great characteristic and charisma. Get friendship with many good people there, experience time together, knowing each other, laugh, and having pressure together is kinda become something like a bond.

So why you quit?? That's a simple question asking by my senior there. I consider him as one of my mentor there.
It's complicated to answer. Its a combination of some side of me which looking for freedom -not only at weekend, but also at weekdays-, and some side of me which looking for a chance to be someone more considerable, with more responsibility, and some side of me which looking for more money. And that combination is all putting there.

For now, its a chance to be a leader, develop something from beginning, coordinating people with different experience and behavior, and still have to keep up with the technology.

All the technical and nontechnical put together there. It just a temporary project, so we push to deliver it as best as we can, so we will be able to continue it in near future, hopefully expand the coverage of service. It's temporary, so I think I can still get a chance to enjoy the result, taking relax for a couple of weeks when it's finished and being ready for next interesting project.

It's challenging coz there is no guarantee to always be involved in projects, and hold the status of employee. It's OK for me, coz in private company, there is no long life job, instead we have to always show that we are long life capable for the jobs.

The money somehow is good. It's true that with high risk, there is chance for more gain.

When you see Cashflow Quadrant from Robert Kiyosaki, I categorise myself now at Quadrant Self-Employeed. I must admit this is so far my best quadrant handled. I still wants to be well and best qualified also for the other quadrant, Business Owner and Investor. I still learn, Alhamdulillah it still running.

So I'm pretty sure (and I have and must to) that this is the best decision I could have taken. There is no way back, a path, new road already there in front of me. My book of life still continue, my old chapter already closed. Hopefully there is a happy ending waiting.

But, I must admit.....I miss all my friends there...:(

the three...

Saturday, May 09, 2009


Yah...tiga hal pengen dituliskan disini..

yang pertama, baru nyadar kalo bikin yayasan hari gene itu ribet banget yah..gara2 ada aturan harus ada Berita Negara Departemen Kehakiman, biayanya kata sang notaris bisa ampe 7jt (ini bener ga seh??). Belum masih harus ngurus ijin domisili ke kelurahan, NPWP ke kantor pajak, juga ijin ke Depdiknas..wuihh..emank prosedurnya rada ribet yah? skrg masih nyari alternatif yang lebih murah..tp kalo memang ga ada juga..sepertinya formalisasi yayasan belum akan dilakukan tahun ini..yang penting tetap menjalankan fungsi dan operasi yang sudah ada sekarang..

yang kedua, Alhamdulillah akhirnya tesis sudah kelar. Maksudnya kelar disini adalah papernya sudah diprint, komplet dengan semua lampiran, kata pengantar ampe cover (isinya? yah ada juga lah..). Tapi masih harus melalui seminar akhir dan sidang kompre seh. Yah semoga aja dimudahkan. Sebelum maju ke final judgement, pengen ngucapin terima kasih dulu kepada orang2 berikut yang sudah sukarela menjadi narasumber di tesis Mobile Advertising ini.

special thanks to :

Amin Azman, Managing Director PT. Interaction Indonesia
Josy Rizka, Marketing Manager PT ABC President Indonesia
Ananda Prilianti, Brand Manager PT. Kimberly-Clark Indonesia
Kenny Hartanto, Product Manager PT Agel Langgeng (Kapal Api Group)
Harris Pranata, Assistant Brand Manager PT Kao Indonesia
Muhammad Wulung Putraaning Fajar, Spesialis Mobile Data Content PT Telkomsel Indonesia
Afandi, Manajer Retail Marketing PT Pertamina Indonesia
Anita Feng, Brand Manager, PT Dexa Medica
Bernadetta Agustina, Manajer Marketing, PT Antar Mitra Prakarsa (M-Stars)
Iqbal Farabi, President Director, PT Benang Komunika Infotama (BComm)
Rima Rohima, Staff Marketing, PT Iguana Indonesia
Saptorini Sunarya, Senior Staff for Measurement Science, PT Nielsen Indonesia
Anvid Erdian, IT Developer, PT Jatis Indonesia

dan teman-teman, sahabat lainnya yang namanya tidak bisa diucapkan satu persatu..

yang ketiga, salut kepada 3 teman yang pasca lulus (Insya Allah bakal lulus segera) take action bisnis ngebuka Auto Bridal di Mall of Indonesia..Gud luck pren, moga dilancarkan dan jadi ajang kontribusi positif u/ anak bangsa..

salam,
budi setiawan
http://kitproindonesia.com/
http://rumahvideo.com/

Next Plan

Sunday, April 26, 2009


Sedang asyik-asyiknya mengerjakan tesis tadi, tiba-tiba seorang teman bertanya, ”Bud, plan loe apa kalo dah lulus ntar?”..Hmm, jujur agak kaget ngedengarnya karena kebetulan juga sedang focus-fokusnya finishing tesis sebelum deadline seminar akhir dan sidang dalam 2-3 minggu ke depan. Pertanyaannya simple, tapi jawabannya tidak sesederhana itu.

Saya tahu sejauh ini belum terpikirkan plan yang detail akan apa yang dilakukan pasca lulus. Palingan masih akan berupaya dengan sekuat tenaga mengejar resolusi yang sudah dibuat di awal tahun kemarin. Dan ketika berpatokan dengan itu, tidak akan banyak perubahan yang akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.

Saya tau sang teman yang menanyakan akan hal itu sudah pasti akan melakukan perubahan besar dalam hidupnya pasca ia lulus. Ia sudah positif resign dari tempatnya bekerja sekarang untuk kemudian fokus mengurusi bisnisnya. Sebuah sikap tegas yang sangat saya hargai dan secara jujur mungkin suatu saat akan saya lewati.

Teman yang lain sudah lama mengeluh akan pekerjaannya yang sekarang yang dia nilai kurang menghargai jerih payah dan kontribusi yang telah dia lakukan. Mungkin saat ini yang dia akan lakukan adalah mencoba mencari tempat berpijak baru yang bisa jadi akan lebih menghargai kemampuannya. Possibly, but still not clear yet..coz it’s all so dilemmatic..

Yah, mungkin dilema seperti inilah yang juga dialami Philip Delves Broughton ketika lulus dari Harvard Business School, sebagaimana yang diceritakan dalam bukunya yang memikat, What They Teach You at Harvard Business School. Pilihan untuk berkarier di Wall Street dengan bayaran yang aduhai tapi mengorbankan kehidupan pribadinya atau kembali ke aktivitas jurnalistik dengan menuliskan buku dengan segala resiko yang ada..

Jujur ketika ditanyakan sekarang, saya belum merencanakan untuk melakukan perubahan besar dalam waktu dekat...
Satu hal yang pasti, saya masih merasa kontribusi yang saya lakukan di tempat yang sekarang juga masih belum optimal. Masih ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan. Juga ada keinginan untuk bisa mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat di bangku S2 kemarin. Mencoba mencerna kembali dan mengendapkan apa saja yang sudah didapat dalam 2 tahun periode perkuliahan kemarin..Memang agak kurang optimal karena dilakukan sambil bekerja, makanya masih sering merasa ilmu yang masuk seakan-akan hanya numpang lewat semata…Makanya dalam 1 tahun ke depan masih akan eager untuk mencoba mencerna dan menerapkannya pelan-pelan dalam dunia nyata..

So, temans..there will be no major change for short term after my graduation…Completely, I will miss all the cheers, great time, and also hard time during the class…gonna find some other way to spend night starting from now..hopefully it will still positive..
Doakan tesis ini bisa segera beres yahh…:-)

Straight from the Gut


Well, bila saya ditanyakan buku manajemen apa terbaik yang pernah saya baca, salah satunya adalah buku “Straight from the Gut”-nya Jack Welch. Penulisannya bergaya biografi yang renyah, tp tetap padat isinya. Buku manajemen yang tidak menggurui karena ia berasal dari pengalaman nyata Welch sendiri.

Dmulai dari awal mula dia berkarier di GE, masa2 penuh politik kantor sebelum diangkat menjadi CEO, hingga beberapa terobosan dan kasus2 yang dialami smasa dia jd pucuk pimpinan tertinggi d GE.

Buku ini menarik karena kita diajak u/ melihat setiap problem yang ada dari sudut pandangnya sebagai sosok manusia biasa, apa yang dia rasakan ketika harus menjual anak2 perusahaannya yg tdk menguntungkan dan merasionalisasi berpuluhribu karyawan karena prinsip ketatnya soal Nomer 1 atau Nomer 2..juga tentang prinsipnya u/ bs menjadikan GE perusahaan besar yg menerapkan manajemen ala perusahaan kecil (birokrasi lebih kecil serta lebih lincah). Simak juga frustasi yang dia rasakan ketika dia merasa bahwa apa yang disampaikan di kelas kepemimpinan di Crotonville ternyata tidak mampu diaplikasikan dengan baik dalam pekerjaan sehari-hari. Ini yang menjadi awal mula dari sesi Work-Out yang mencoba untuk mengumpulkan ide dari beberapa kelompok karyawan untuk kemudian bisa diterapkan di bawah supervisi dari bossnya masing-masing.

Coba lihat beberapa prinsipnya sebagai berikut.
- Memberi gaji terbaik, sambil memiliki angka pengeluaran gaji terendah. Prinsipnya mendapatkan orang terbaik, dengan gaji terbaik dengan tidak perlu menggandeng orang yang sebetulnya tidak dibutuhkan dalam bisnis. Jadi, mendapatkan produktivitas lebih tinggi dengan orang yang lebih sedikit.
- Perlu menjadi ”hard” untuk menjadi ”soft”, intinya adalah membuat keputusan sangat tegas tentang orang atau pabrik sebagai prasyarat untuk membicarakan nilai-nilai yang soft, misalnya keunggulan atau organisasi pembelajaran.

Intinya berbagai trik manajemen dengan bumbu konfliknya dikisahkan scara gamblang dan aplikatif d buku ini. Menarik kalo ke depannya ada kisah lokal yg bisa diangkat k bentuk buku seperti ini.

Filosofi 3 Kalau


Berikut filosofi yang sangat dahsyat terkait dengan resesi ekonomi saat ini dari seorang entrepreneur tangguh kita, Chairul Tanjung. So inspiring!!

“Kalau ternyata krisis ini sangat dalam dan sangat panjang sehingga semua orang harus mati, pastikan kamu mati yang terakhir. Kalau krisis ini sangat panjang dan sangat dalam, sehingga semua orang mati tapi ada yang tersisa satu, pastikan bahwa kamulah yang tersisa itu. Kalau ternyata tidak ada krisis, pastikan kita yang paling bahagia karena kita adalah orang yang paling siap.”

Marketing Basic (1)

Monday, March 09, 2009


Yang penting untuk diketahui di marketing :

1) Segmentasi
2) Targeting
3) Positioning
4) Differensiasi
5) Marketing Mix (4P/8P - Product, Place, Process, Productivity, Price, Promotion, People, Physical Evidence)
6) Selling
7) Brand
8) Service

Penjelasannya nyusul yahh...Ini nulisnya cepet2 sekalian refresh memory.

Budi Setiawan
http://setiawanbudi.blogspot.com/

Business Plan, Tugas Akhir Kuliahku (1)


Yah gara2 ada facebook skrg jadi makin males ngisi blog ini.
Pernah denger ungkapan yang bilang, kalau blog itu ibarat toko yg berdiri sendiri, sementara facebook itu ibarat mall yang rame pengunjung. Blog kalau sudah punya pengunjung setia akan ramai dikunjungi setiap saat, tp dengan facebook bahkan orang yang tidak punya niatan untuk berkunjung pun akan bisa dengan tidak sengaja mengunjunginya.

Sekarang lagi mo cerita tentang aktivitas yang dilakukan...
Terus terang beberapa minggu ke belakang, aktivitas memang benar2 dipenuhi dengan kerja dan menyelesaikan tugas akhir perkuliahan, berupa business plan. Deadlinenya saat ini sudah semakin dekat, jadi mau ga mau benar2 dikebut malam selepas kerja dan sabtu minggu.

Tema business plan kita sempat berubah beberapa kali.
Yang pertama kita ajukan adalah business plan tentang usaha sejenis Grameen Bank serta Children Care Centre. Nah, tema pertama ini dengan sukses ditolak ketika pengajuan proposal ke pembimbing. Alasan paling tragis kenapa tema itu ditolak gara2 idenya dipandang kurang orisinil, ndak ada breakthroughnya. Duilah pak...skrg jadi pusing mikir, yg namanya bisnis khan kalo terlalu orisinil malah bakal bingung jualannya gmn, pasarnya khan masi belom ada. Kt tadinya mikir ga masalah make bisnis yang sudah ada, asal bs ngasih diferensiasi yang jelas dan unik, yah bs lah lolos bwat dijadiin tema. Cman ternyata...hhhh...

Ya udhs, akhirnya kt pun ngajuin sekaligus 3 tema, Youth Camp, Mobile Video Information, dan Emergency Service. Nah, yg paling menarik minat sy sebenarnya adalah tentang youth camp. Nah lo, apaan lagi tuh? Yah, mgkn temen2 sudah sering denger yang namanya jambore pramuka, segala macem...isinya kt kemping pake tenda selama sekitar 3-7 hari. Di acara itu nantinya ada macem2 kegiatan, mulai dari fun games ampe outbound. Nah, konsep youth camp itu disetting agak mirip.

Trus bedanya apa dunk? Yah bedanya pertama kt nyari untung dsini...(hehe, ya iyalah secara ini bisnis). Kedua, pernah nonton film or baca2 soal Summer Camp di negara2 barat? Summer camp disana seakan udah jadi trend bwat remaja2nya. Jangka waktu penyelenggaraan pun kisarannya variatif dari 1 minggu ampe 4 mingguan lebih. Nah lo, ngapain aja emanknya selama disana? Macem2, ga cman outbound ma fun games aja. Ada juga semacam olimpiade mini, yang menawarkan variasi olahraga yang bs diikuti, mulai dari memanah, rafting, sepakbola, basket, ampe catur. Ada juga sesi akademis, dengan pilihan mata pelajaran mulai dari biologi, geologi, ampe matematika dan komputer. Trus jenis2 kampnya juga macem2. Ada mulai dari Computer Camp, Digital Video Camp, ampe business camp. Intinya, maduin antara pendekatan inclass dan pendekatan outdoor u/ pembelajaran.

Terus terang, mikir idealisnya konsep pembelajaran kayak gini yang kayaknya kurang di anak2 Indonesia. Coba kt ingat2, jaman SD SMP SMU Kuliah dulu kt belajarnya kayak gmn. SKS-Sistem Kebut Semalam, ngapalin teori ma rumus2 yang ada di buku tanpa pernah tau aplikasinya gimana. Pas ujian bs ngerjain, besoknya dah ilank ga tau kemana. Nah, analisa sok taunya sy berpikir itu gara2 2 faktor, content ma context (cieleh, marketing banget..).

Content-gara2 isi kurikulum kt cman rumus ma teori doank, aplikasi lapangan kurang. Context gara2 metode penyampaiannya konvensional banget. Ngajar depan kelas, anak2 mencatat di buku, ujian. Ga ada variasi lain, seperti langsung terjun ke lapangan or ngajar di alam terbuka.

Yah, panjang kalo nulisin soal ini. Cape’ jga nulisnya. Intinya, youth camp ini tujuannya bwat mengkampanyekan gerakan kembali ke alam bwat anak2 en remaja kt. Jangan anak2 Jakarta cman hobinya maen PS en jalan2 ke mall doank. Liat dunk dunia luar kt, palagi Indonesia negara kepulauan yang notabene alamnya sangat indah u/ dieksplorasi. Kawasan Indonesia Timur dan juga Kalimantan masih belum banyak terjamah. Duuh, kapan yah bs jalan2 menjelajah Indonesia Timur?..:)

Ups, jadi cerita kemana-mana. Oke, cukup sampai disini aja. Intinya adalah...karena ini business plan, pertanyaan pertama adalah bisnisnya bakal menguntungkan ga sih?? Dan pertanyaan kedua adalah ide ini di Indonesia seberapa orisinil sih? Kayaknya sih orisinil banget, secara market anak dan remaja belum banyak disasar oleh provider outbound d Indonesia. Kalopun ada, konsepnya baru berupa kegiatan outbound en kemping biasa selama 3 harian, kayak Youth Campnya ESQ, belum ada yang bs mendekati seperti Summer Camp yang juga jadi sarana pembelajaran bwat remaja kt.

Terus terang tema ini menarik. Tapi, setelah berpikir beberapa lama, tema yang diajukan sebagai prioritas adalah mobile video information.

Nah, tema apalagi itu? Lanjut ke postingan berikutnya yah. Sekalian nanti diceritain kalau pada akhirnya tema yang sekarang dikerjakan malah tema yang lain lagi...:p

Kit Pro Indonesia

Wednesday, February 18, 2009

Bosen dengan design website yang begitu2 saja? Tertarik dengan audio visual design untuk memajukan perusahaan Anda?

Kunjungi
http://kitpro-indonesia.com/

sekarang juga...:)

Informasi Bantuan untuk Palestina

Thursday, January 01, 2009

Diambil dari sini.

Save Palestine!
Do More with your IKHLAS donation to:

KOMITE INDONESIA UNTUK SOLIDARITAS PALESTINA (KODE LEMBAGA: KISPA)
* Bank Muammalat Indonesia (BMI) no rek 311.01856.22 an Nurdin QQ KISPA

YAYASAN PORTALINFAQ (KODE LEMBAGA: PORTAL)
* Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Warung Buncit No.Rek.0030035790 an Yayasan
Portalinfaq
* Bank Central Asia (BCA) Cab. Arteri Pondok Indah No.Rek.291-300- 5244 an
Yayasan Portalinfaq

AKSI CEPAT TANGGAP (KODE LEMBAGA: ACT)
* Bank Mandiri (BM) No. Rek. 1280004555808 an Aksi Cepat Tanggap
* Bank Muamalat Indonesia (BMI) No. Rek. 3040022915 an Aksi Cepat Tanggap
* BCA No. 676.030.2021 an Aksi Cepat Tanggap

DOMPET DHUAFA REPUBLIKA (KODE LEMBAGA: DDR)
* Bank Nasional Indonesia Syariah (BNIS) No. Rek. 009.153.9002 an Dompet
Dhuafa Republika
* Bank Mandiri (BM) No. Rek. 101.00.81050. 633 an Dompet Dhuafa Republika

LEMBAGA KEMANUSIAAN NASIONAL PKPU (KODE LEMBAGA: PKPU)
* Bank Negara Indonesia (BNI) Tebet No. Rek. 117.85.951 (Rekening Dollar -
SWIFT CODE = BNI NI DJA TEB) an Yayasan PKPU
* Bank Central Asia (BCA) Soepomo No. Rek. 600.034.7777 an Yayasan PKPU
* Bank Negara Indonesia (BNI) Tebet No. Rek. 117.85.917 an Yayasan PKPU

MER-C
6860153678 (BCA)
0090121773 (Syariah Mandiri)
3010052115 (Muamalat)
*thanks buat infonya MER-C nya Khanifa*

Mari merebut hati Allah dengan turut membantu Palestine.
Fastabiqul khoyrot.

A New Beginning....


A new beginning….bukan tanpa alasan postingan kali ini saya beri judul seperti itu.

Alasan yang pertama dan utama, sekarang hari pertama di 2009, juga awal untuk 1430H. Yup, saking lamanya ga ngeblog, jadi ga terasa kalau tahun sekarang sudah berganti. Evaluasi 2008 dan resolusi 2009? Ok Ok...blog ini masih berhutang itu..kayaknya ga gentle banget di awal 2008 sempat ngebuat resolusi dan ga ngevaluasinya di akhir tahun..but suerr deh..bukan ga mau...baru sempet neh...

Ok, back lagi ke resolusi yang dibuat sebelumnya. Bisa dilihat juga di link berikut.

http://setiawanbudi.blogspot.com/2008/01/resolusi-di-tahun-yang-baru.html
1) Point pertama, aspek pribadi..wah kalo yang ini emank susah dinilai. Sifat-sifat buruk seperti emosi dan penunda-nundaan masih ada, walaupun di satu sisi, saya pribadi seh ngerasa ada peningkatan. Kalau dibilang berhasil atau ga berhasil terpenuhi, kalau saya sih bilangnya untuk point ini netral deh. Lho kok netral? Yah gapapa toh parameternya saya sendiri yang buat. Jadi kita lanjut aja ke point selanjutnya yah…

2) Untuk aspek jasmani dan rohani, Alhamdulillah lumayan. Saya anggap berhasil aja. Lho? Yup, untuk olahraga memang sepedaan bisa dibilang gatot, alias gagal total. Tapi untuk futsal bisa dibilang sukses lah. Walaupun sudah jarang banget ngikut futsal mingguan bareng ex anak2 Teknik, sekarang tergantikan dengan futsal rutin anak-anak Prasmul, tiap Jumat malem selesai kuliah. Walau ke depannya bakal berat karena kuliah sudah kelar, tp untuk periode kemarin, saya anggap sukses…Yuhuuu……

3) Untuk kuliah, belum lulus sih…:(...Tapi perkuliahan total sudah kelar. Dan saya masih berdiri di sini, selamat, sehat, tidak kurang apapun (Lho? Emank apaan??) Masih ada final step menghadang sih, yaitu tesis berupa business plan. So far so hard to say, but I still optimist to finalise it by 2 months again. So…sukses dunk sejauh ini.

4) Buat profesi engineer…so far masih so good. Bahkan bisa dibilang 2008 aktivitas saya harus diakui berat disini. Tanggung jawab meningkat, dan ada reorganisasi di kantor, tp secara umum saya menganggap saya belajar banyak hal di tahun ini.

5) Untuk bisnis, mmm…yang ditunggu-tunggu…Alhamdulillah. Tahun 2008, Rumah Video berkembang sesuai dengan proyeksi dan targetan kita. Di resolusi saya sebut, growth penjualan akan naik 100%, dan finally it is well stretch achieved……:) (Sebenarnya kita sempat coba perbaikin target jadi naik 200%, tp yang ini ga achieved…:(..but its ok..kt coba lagi taon depan, toh target resolusi masih achieved). Target alternatif investasi yang lain sudah mulai dicoba. Properti kecil-kecilan (kontrakan-red), saham dan reksadana coba-coba dimainkan. Alhamdulillah sudah mulai ada hasil juga.

6) Untuk sosial kemasyarakatan, format yayasan memang belum terbentuk secara de yure. Tapi, secara organisasi de facto, saat ini sudah berjalan. Nama yayasannya Muslim Harapan, bergerak di bidang pendidikan. Saat ini baru ada 14 anak yatim yang kita santuni. Ke depannya, kami akan terus ekspansi membesarkan yayasan, dan akan mulai memformalisasikan bentuk yayasan ini.

7) Untuk keluarga, belum nikah juga nih...:(...hehe...emank belum ditargetkan di resolusi kemarin sih, karena niatan awal memang menunggu kuliah kelar dulu. Gimana 2009? Well, kita lihat lah ntar...

Nah, terus untuk 2009, apa neh resolusinya??

Beda dengan tahun lalu, tahun ini saya coba make it simple aja.
1) Well-balanced man in life.
2) Master of Management.
3) Well-experienced 2G-3G Planning and Optimisation Engineer.
4) Business growth by five times.
5) Well-organized education foundation.

That’s it…simple right? 2009, I’m cominggg…..:)

NB :

1) Sebagai tambahan untuk new beginning…Rumah Video sebagai sebuah entitas bisnis memutuskan untuk berganti nama dan wajah baru…KIT PRO INDONESIA…mohon doa restunya…:)

2) Title dan subtitle blog ini juga berubah. Title-nya simple, just my name, Budi Setiawan. Can’t think another title suit, coz this is just me. Subtitlenya juga simple, improving, winning, and giving. Plannya sih semacam tagline dalam hidup. Terus berupaya menjadi orang yang lebih baik ke depan, bisa menang dalam ujian kehidupan, dan bisa menjadi orang yang terus memberi kepada sekitarnya..Amin…

3) Picture taken from morris-photographics.com

Mengabadikan Video Dokumentasi

Wednesday, October 08, 2008


Pembuatan Video dokumentasi dapat dilakukan siapa saja, bahkan oleh seorang bocah sekalipun. Perekaman yang dilakukan oleh seorang anak bocah telah menggambarkan suatu kejadian nyata saat itu dan menjadi saksi mata sampai kapan pun.

Pertanyaannya adalah apakah yang didokumentasikan bocah itu memiliki nilai bahkan nilai lebih dan mengesankan? Untuk itu ada beberapa hal yang perlu ditinjau dan diperhatikan. Sebelumnya kita bicara sedikit ttg konsep dokumenter.

Dalam pembuatan konsep video dokumentasi tidak kalah pentingnya dari konsep cerita. Mulai dari mendramatisasi alur cerita, berusaha menceritakannya dengan kuat, kadang- kadang alur cerita yang memiliki awal, tengah dan akhir dengan kejutan- kejutan dalam cerita, peningkatan ketegangan dan juga alur/penuturan yang berliku-liku (penuh dgn hambatan) yang membuat penonton untuk tetap fokus dan terbawa dalam suasana cerita/ alur.

Ada sebuah pakem untuk saat ini dimana dalam "Dokumenter film" si pembuat tidak dapat mengembangkan karakter dan alur cerita (merekayasa alur cerita). Walaupun ada, itu hanya sebagai pelengkap dan tidak melebihi dari intervensi karakter. Contoh : menggambarkan suasana desa seorang perampok yang dicintai masyarakatnya (merampok untuk dibagi- bagikan hasil rampokannya pada orang miskin). Scene awal dibuka dengan shot- shot established desa dan rumah si perampok dengan anak-anak yang bermain di depan rumahnya dengan riang gembira (anak-anak direkayasa diadakan mask dalam frame untuk bermain). Disana diceritakan bahwa desa tersebut tidak ada masalah dengan si orang ini (perampok).

Bagaimana dengan video dokumentasi Event? Tidak ada bedanya. Video dokumentasi event juga perlu kita treatment agar mendapatkan kesan dan dokumentasi yang padat, memiliki added value sehingga penonton tetap fokus dan menikmati tontonan tsb.Membuat sebuah video dokumentasi tidaklah sulit.

Kita mencoba belajar untuk memahami apa yang harus dilakukan dalam proses pengambilan gambar maupun proses editing. Pembuat video dokumentasi amatir bukanlah seorang pemula. Perbedaannya adalah pembuat video dokumentasi amatir mengindahkan kaidah-kaidah konsep pembuatan video dokumentasi yang baik. Pembuat video dokumentasi pemula, bisa jadi hasilnya amatiran tapi juga bisa terlihat professional. Buat kita bila gambar yang dihasilkan dapat dinikmati dengan enak (teknik ambil gambar), kontennya bisa dinikmati (konsep dokumentasi), berkesan (add value, keterlibatan secara emosional), video dokuemntasi tersebut memiliki nilai lebih buat kita atau klien kita.

Selamat membuat video dokumentasi yang penuh kesan.

Diambil dari http://rumahvideo.com

Selamat Idul Fitri 1429 H

Tuesday, September 30, 2008


Sahabat dan rekan-rekan tercinta,

30 hari sudah kita berpuasa
Tiba saatnya hari yang mulia

Di kesempatan yang indah ini, ijinkan saya mengucapkan

Taqabalallahu minna wa minkum
Shiyaa manaa wa shiyaa makum
Kullu 'am wa antum bikhoir

Semoga Allah menerima amalan kita di bulan Ramadhan

Minal Aidin wal Faidzin
Semoga kita termasuk orang yang kembali (fitrah) dan berbahagia

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWAL 1429 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Wassalam,

Budi Setiawan

Enjoy our new website

Thursday, September 25, 2008

Make it simple...itu yang menjadi tujuan dari tim website Rumah Video ktika diminta untuk merombak website tempat etalase kami itu...

Dan Alhamdulillah, di penghujung Ramadhan ini hasilnya...very straight to the point website, and cool frens....:)

Please enjoy our new website, http://rumahvideo.com

Showreel Rumah Video

Testimonial tentang Audio Visual



Abu Sangkan – Trainer “Shalat Khusyu”
“Peran media audio visual sangat efektif dalam penyampaian da’wah-da’wah saya.”

Adha Muawiyah – Line Producer “Sinemart”
“ Video Company Profile sangat efektif dan efisien untuk memperkenalkan citra perusahaan kita lebih cepat. Klien maupun investor dapat lebih jelas mengetahui apa yang dia inginkan atau tuju pada perusahaan kita.”

Wuryanano – CEO PT Swastika Prima International, Direktur Lembaga Pendidikan Profesi SWASTIKA PRIMA Community College, Founder Super Mind Power Training, Penulis Buku Best Seller
“Dengan memiliki perangkat bisnis pada media Audio Visual ini, maka akan semakin meningkatkan performa bisnis dan perusahaan kita. Produk dan jasa kita pasti semakin bagus dalam pelayanan dan kualitasnya.”

Hidayatullah – Direktur PT Selaras Inti Prima Indonesia
“Media audio visual yang sangat efektif dalam membantu kinerja marketing kami, serta menjadi added value tersendiri untuk perusahaan kami.”

Note :
Alhamdulillah, materi untuk casing CD Showreel Rumah Video sudah selesai. CD ini sendiri berisikan portofolio produk-produk yang pernah kami hasilkan, mulai dari Video dokumentasi, Video profile, CD interaktif, Website, Clip&Commercial, Video Promo.Semoga bisa menjadi salah satu wahana untuk beramal lebih bagi kami. Terima kasih sebesar-besarnya kami haturkan untuk semua pihak yang dengan sukarela telah memberikan testimonialnya. Hanya Allah jualah yang bisa membalas-Nya.