
Sedang asyik-asyiknya mengerjakan tesis tadi, tiba-tiba seorang teman bertanya, ”Bud, plan loe apa kalo dah lulus ntar?”..Hmm, jujur agak kaget ngedengarnya karena kebetulan juga sedang focus-fokusnya finishing tesis sebelum deadline seminar akhir dan sidang dalam 2-3 minggu ke depan. Pertanyaannya simple, tapi jawabannya tidak sesederhana itu.
Saya tahu sejauh ini belum terpikirkan plan yang detail akan apa yang dilakukan pasca lulus. Palingan masih akan berupaya dengan sekuat tenaga mengejar resolusi yang sudah dibuat di awal tahun kemarin. Dan ketika berpatokan dengan itu, tidak akan banyak perubahan yang akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.
Saya tau sang teman yang menanyakan akan hal itu sudah pasti akan melakukan perubahan besar dalam hidupnya pasca ia lulus. Ia sudah positif resign dari tempatnya bekerja sekarang untuk kemudian fokus mengurusi bisnisnya. Sebuah sikap tegas yang sangat saya hargai dan secara jujur mungkin suatu saat akan saya lewati.
Teman yang lain sudah lama mengeluh akan pekerjaannya yang sekarang yang dia nilai kurang menghargai jerih payah dan kontribusi yang telah dia lakukan. Mungkin saat ini yang dia akan lakukan adalah mencoba mencari tempat berpijak baru yang bisa jadi akan lebih menghargai kemampuannya. Possibly, but still not clear yet..coz it’s all so dilemmatic..
Yah, mungkin dilema seperti inilah yang juga dialami Philip Delves Broughton ketika lulus dari Harvard Business School, sebagaimana yang diceritakan dalam bukunya yang memikat, What They Teach You at Harvard Business School. Pilihan untuk berkarier di Wall Street dengan bayaran yang aduhai tapi mengorbankan kehidupan pribadinya atau kembali ke aktivitas jurnalistik dengan menuliskan buku dengan segala resiko yang ada..
Jujur ketika ditanyakan sekarang, saya belum merencanakan untuk melakukan perubahan besar dalam waktu dekat...
Satu hal yang pasti, saya masih merasa kontribusi yang saya lakukan di tempat yang sekarang juga masih belum optimal. Masih ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan. Juga ada keinginan untuk bisa mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat di bangku S2 kemarin. Mencoba mencerna kembali dan mengendapkan apa saja yang sudah didapat dalam 2 tahun periode perkuliahan kemarin..Memang agak kurang optimal karena dilakukan sambil bekerja, makanya masih sering merasa ilmu yang masuk seakan-akan hanya numpang lewat semata…Makanya dalam 1 tahun ke depan masih akan eager untuk mencoba mencerna dan menerapkannya pelan-pelan dalam dunia nyata..
So, temans..there will be no major change for short term after my graduation…Completely, I will miss all the cheers, great time, and also hard time during the class…gonna find some other way to spend night starting from now..hopefully it will still positive..
Doakan tesis ini bisa segera beres yahh…:-)
Next Plan
Sunday, April 26, 2009
Posted by
Budi Setiawan
at
10:42 AM
46
comments
Labels: Catatanku
Straight from the Gut

Well, bila saya ditanyakan buku manajemen apa terbaik yang pernah saya baca, salah satunya adalah buku “Straight from the Gut”-nya Jack Welch. Penulisannya bergaya biografi yang renyah, tp tetap padat isinya. Buku manajemen yang tidak menggurui karena ia berasal dari pengalaman nyata Welch sendiri.
Dmulai dari awal mula dia berkarier di GE, masa2 penuh politik kantor sebelum diangkat menjadi CEO, hingga beberapa terobosan dan kasus2 yang dialami smasa dia jd pucuk pimpinan tertinggi d GE.
Buku ini menarik karena kita diajak u/ melihat setiap problem yang ada dari sudut pandangnya sebagai sosok manusia biasa, apa yang dia rasakan ketika harus menjual anak2 perusahaannya yg tdk menguntungkan dan merasionalisasi berpuluhribu karyawan karena prinsip ketatnya soal Nomer 1 atau Nomer 2..juga tentang prinsipnya u/ bs menjadikan GE perusahaan besar yg menerapkan manajemen ala perusahaan kecil (birokrasi lebih kecil serta lebih lincah). Simak juga frustasi yang dia rasakan ketika dia merasa bahwa apa yang disampaikan di kelas kepemimpinan di Crotonville ternyata tidak mampu diaplikasikan dengan baik dalam pekerjaan sehari-hari. Ini yang menjadi awal mula dari sesi Work-Out yang mencoba untuk mengumpulkan ide dari beberapa kelompok karyawan untuk kemudian bisa diterapkan di bawah supervisi dari bossnya masing-masing.
Coba lihat beberapa prinsipnya sebagai berikut.
- Memberi gaji terbaik, sambil memiliki angka pengeluaran gaji terendah. Prinsipnya mendapatkan orang terbaik, dengan gaji terbaik dengan tidak perlu menggandeng orang yang sebetulnya tidak dibutuhkan dalam bisnis. Jadi, mendapatkan produktivitas lebih tinggi dengan orang yang lebih sedikit.
- Perlu menjadi ”hard” untuk menjadi ”soft”, intinya adalah membuat keputusan sangat tegas tentang orang atau pabrik sebagai prasyarat untuk membicarakan nilai-nilai yang soft, misalnya keunggulan atau organisasi pembelajaran.
Intinya berbagai trik manajemen dengan bumbu konfliknya dikisahkan scara gamblang dan aplikatif d buku ini. Menarik kalo ke depannya ada kisah lokal yg bisa diangkat k bentuk buku seperti ini.
Posted by
Budi Setiawan
at
10:40 AM
1 comments
Labels: review
Filosofi 3 Kalau

Berikut filosofi yang sangat dahsyat terkait dengan resesi ekonomi saat ini dari seorang entrepreneur tangguh kita, Chairul Tanjung. So inspiring!!
“Kalau ternyata krisis ini sangat dalam dan sangat panjang sehingga semua orang harus mati, pastikan kamu mati yang terakhir. Kalau krisis ini sangat panjang dan sangat dalam, sehingga semua orang mati tapi ada yang tersisa satu, pastikan bahwa kamulah yang tersisa itu. Kalau ternyata tidak ada krisis, pastikan kita yang paling bahagia karena kita adalah orang yang paling siap.”
Posted by
Budi Setiawan
at
9:48 AM
1 comments
Labels: Inspirasi
Marketing Basic (1)
Monday, March 09, 2009

Yang penting untuk diketahui di marketing :
1) Segmentasi
2) Targeting
3) Positioning
4) Differensiasi
5) Marketing Mix (4P/8P - Product, Place, Process, Productivity, Price, Promotion, People, Physical Evidence)
6) Selling
7) Brand
8) Service
Penjelasannya nyusul yahh...Ini nulisnya cepet2 sekalian refresh memory.
Budi Setiawan
http://setiawanbudi.blogspot.com/
Posted by
Budi Setiawan
at
9:34 AM
0
comments
Business Plan, Tugas Akhir Kuliahku (1)

Yah gara2 ada facebook skrg jadi makin males ngisi blog ini.
Pernah denger ungkapan yang bilang, kalau blog itu ibarat toko yg berdiri sendiri, sementara facebook itu ibarat mall yang rame pengunjung. Blog kalau sudah punya pengunjung setia akan ramai dikunjungi setiap saat, tp dengan facebook bahkan orang yang tidak punya niatan untuk berkunjung pun akan bisa dengan tidak sengaja mengunjunginya.
Sekarang lagi mo cerita tentang aktivitas yang dilakukan...
Terus terang beberapa minggu ke belakang, aktivitas memang benar2 dipenuhi dengan kerja dan menyelesaikan tugas akhir perkuliahan, berupa business plan. Deadlinenya saat ini sudah semakin dekat, jadi mau ga mau benar2 dikebut malam selepas kerja dan sabtu minggu.
Tema business plan kita sempat berubah beberapa kali.
Yang pertama kita ajukan adalah business plan tentang usaha sejenis Grameen Bank serta Children Care Centre. Nah, tema pertama ini dengan sukses ditolak ketika pengajuan proposal ke pembimbing. Alasan paling tragis kenapa tema itu ditolak gara2 idenya dipandang kurang orisinil, ndak ada breakthroughnya. Duilah pak...skrg jadi pusing mikir, yg namanya bisnis khan kalo terlalu orisinil malah bakal bingung jualannya gmn, pasarnya khan masi belom ada. Kt tadinya mikir ga masalah make bisnis yang sudah ada, asal bs ngasih diferensiasi yang jelas dan unik, yah bs lah lolos bwat dijadiin tema. Cman ternyata...hhhh...
Ya udhs, akhirnya kt pun ngajuin sekaligus 3 tema, Youth Camp, Mobile Video Information, dan Emergency Service. Nah, yg paling menarik minat sy sebenarnya adalah tentang youth camp. Nah lo, apaan lagi tuh? Yah, mgkn temen2 sudah sering denger yang namanya jambore pramuka, segala macem...isinya kt kemping pake tenda selama sekitar 3-7 hari. Di acara itu nantinya ada macem2 kegiatan, mulai dari fun games ampe outbound. Nah, konsep youth camp itu disetting agak mirip.
Trus bedanya apa dunk? Yah bedanya pertama kt nyari untung dsini...(hehe, ya iyalah secara ini bisnis). Kedua, pernah nonton film or baca2 soal Summer Camp di negara2 barat? Summer camp disana seakan udah jadi trend bwat remaja2nya. Jangka waktu penyelenggaraan pun kisarannya variatif dari 1 minggu ampe 4 mingguan lebih. Nah lo, ngapain aja emanknya selama disana? Macem2, ga cman outbound ma fun games aja. Ada juga semacam olimpiade mini, yang menawarkan variasi olahraga yang bs diikuti, mulai dari memanah, rafting, sepakbola, basket, ampe catur. Ada juga sesi akademis, dengan pilihan mata pelajaran mulai dari biologi, geologi, ampe matematika dan komputer. Trus jenis2 kampnya juga macem2. Ada mulai dari Computer Camp, Digital Video Camp, ampe business camp. Intinya, maduin antara pendekatan inclass dan pendekatan outdoor u/ pembelajaran.
Terus terang, mikir idealisnya konsep pembelajaran kayak gini yang kayaknya kurang di anak2 Indonesia. Coba kt ingat2, jaman SD SMP SMU Kuliah dulu kt belajarnya kayak gmn. SKS-Sistem Kebut Semalam, ngapalin teori ma rumus2 yang ada di buku tanpa pernah tau aplikasinya gimana. Pas ujian bs ngerjain, besoknya dah ilank ga tau kemana. Nah, analisa sok taunya sy berpikir itu gara2 2 faktor, content ma context (cieleh, marketing banget..).
Content-gara2 isi kurikulum kt cman rumus ma teori doank, aplikasi lapangan kurang. Context gara2 metode penyampaiannya konvensional banget. Ngajar depan kelas, anak2 mencatat di buku, ujian. Ga ada variasi lain, seperti langsung terjun ke lapangan or ngajar di alam terbuka.
Yah, panjang kalo nulisin soal ini. Cape’ jga nulisnya. Intinya, youth camp ini tujuannya bwat mengkampanyekan gerakan kembali ke alam bwat anak2 en remaja kt. Jangan anak2 Jakarta cman hobinya maen PS en jalan2 ke mall doank. Liat dunk dunia luar kt, palagi Indonesia negara kepulauan yang notabene alamnya sangat indah u/ dieksplorasi. Kawasan Indonesia Timur dan juga Kalimantan masih belum banyak terjamah. Duuh, kapan yah bs jalan2 menjelajah Indonesia Timur?..:)
Ups, jadi cerita kemana-mana. Oke, cukup sampai disini aja. Intinya adalah...karena ini business plan, pertanyaan pertama adalah bisnisnya bakal menguntungkan ga sih?? Dan pertanyaan kedua adalah ide ini di Indonesia seberapa orisinil sih? Kayaknya sih orisinil banget, secara market anak dan remaja belum banyak disasar oleh provider outbound d Indonesia. Kalopun ada, konsepnya baru berupa kegiatan outbound en kemping biasa selama 3 harian, kayak Youth Campnya ESQ, belum ada yang bs mendekati seperti Summer Camp yang juga jadi sarana pembelajaran bwat remaja kt.
Terus terang tema ini menarik. Tapi, setelah berpikir beberapa lama, tema yang diajukan sebagai prioritas adalah mobile video information.
Nah, tema apalagi itu? Lanjut ke postingan berikutnya yah. Sekalian nanti diceritain kalau pada akhirnya tema yang sekarang dikerjakan malah tema yang lain lagi...:p
Posted by
Budi Setiawan
at
8:42 AM
2
comments
Kit Pro Indonesia
Wednesday, February 18, 2009
Bosen dengan design website yang begitu2 saja? Tertarik dengan audio visual design untuk memajukan perusahaan Anda?
Kunjungi
http://kitpro-indonesia.com/
sekarang juga...:)
Posted by
Budi Setiawan
at
12:49 PM
0
comments
Labels: Bisnis, Kit Pro Indonesia
Informasi Bantuan untuk Palestina
Thursday, January 01, 2009
Diambil dari sini.
Save Palestine!
Do More with your IKHLAS donation to:
KOMITE INDONESIA UNTUK SOLIDARITAS PALESTINA (KODE LEMBAGA: KISPA)
* Bank Muammalat Indonesia (BMI) no rek 311.01856.22 an Nurdin QQ KISPA
YAYASAN PORTALINFAQ (KODE LEMBAGA: PORTAL)
* Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Warung Buncit No.Rek.0030035790 an Yayasan
Portalinfaq
* Bank Central Asia (BCA) Cab. Arteri Pondok Indah No.Rek.291-300- 5244 an
Yayasan Portalinfaq
AKSI CEPAT TANGGAP (KODE LEMBAGA: ACT)
* Bank Mandiri (BM) No. Rek. 1280004555808 an Aksi Cepat Tanggap
* Bank Muamalat Indonesia (BMI) No. Rek. 3040022915 an Aksi Cepat Tanggap
* BCA No. 676.030.2021 an Aksi Cepat Tanggap
DOMPET DHUAFA REPUBLIKA (KODE LEMBAGA: DDR)
* Bank Nasional Indonesia Syariah (BNIS) No. Rek. 009.153.9002 an Dompet
Dhuafa Republika
* Bank Mandiri (BM) No. Rek. 101.00.81050. 633 an Dompet Dhuafa Republika
LEMBAGA KEMANUSIAAN NASIONAL PKPU (KODE LEMBAGA: PKPU)
* Bank Negara Indonesia (BNI) Tebet No. Rek. 117.85.951 (Rekening Dollar -
SWIFT CODE = BNI NI DJA TEB) an Yayasan PKPU
* Bank Central Asia (BCA) Soepomo No. Rek. 600.034.7777 an Yayasan PKPU
* Bank Negara Indonesia (BNI) Tebet No. Rek. 117.85.917 an Yayasan PKPU
MER-C
6860153678 (BCA)
0090121773 (Syariah Mandiri)
3010052115 (Muamalat)
*thanks buat infonya MER-C nya Khanifa*
Mari merebut hati Allah dengan turut membantu Palestine.
Fastabiqul khoyrot.
Posted by
Budi Setiawan
at
8:25 AM
0
comments
Labels: Info
A New Beginning....

A new beginning….bukan tanpa alasan postingan kali ini saya beri judul seperti itu.
Alasan yang pertama dan utama, sekarang hari pertama di 2009, juga awal untuk 1430H. Yup, saking lamanya ga ngeblog, jadi ga terasa kalau tahun sekarang sudah berganti. Evaluasi 2008 dan resolusi 2009? Ok Ok...blog ini masih berhutang itu..kayaknya ga gentle banget di awal 2008 sempat ngebuat resolusi dan ga ngevaluasinya di akhir tahun..but suerr deh..bukan ga mau...baru sempet neh...
Ok, back lagi ke resolusi yang dibuat sebelumnya. Bisa dilihat juga di link berikut.
http://setiawanbudi.blogspot.com/2008/01/resolusi-di-tahun-yang-baru.html
1) Point pertama, aspek pribadi..wah kalo yang ini emank susah dinilai. Sifat-sifat buruk seperti emosi dan penunda-nundaan masih ada, walaupun di satu sisi, saya pribadi seh ngerasa ada peningkatan. Kalau dibilang berhasil atau ga berhasil terpenuhi, kalau saya sih bilangnya untuk point ini netral deh. Lho kok netral? Yah gapapa toh parameternya saya sendiri yang buat. Jadi kita lanjut aja ke point selanjutnya yah…
2) Untuk aspek jasmani dan rohani, Alhamdulillah lumayan. Saya anggap berhasil aja. Lho? Yup, untuk olahraga memang sepedaan bisa dibilang gatot, alias gagal total. Tapi untuk futsal bisa dibilang sukses lah. Walaupun sudah jarang banget ngikut futsal mingguan bareng ex anak2 Teknik, sekarang tergantikan dengan futsal rutin anak-anak Prasmul, tiap Jumat malem selesai kuliah. Walau ke depannya bakal berat karena kuliah sudah kelar, tp untuk periode kemarin, saya anggap sukses…Yuhuuu……
3) Untuk kuliah, belum lulus sih…:(...Tapi perkuliahan total sudah kelar. Dan saya masih berdiri di sini, selamat, sehat, tidak kurang apapun (Lho? Emank apaan??) Masih ada final step menghadang sih, yaitu tesis berupa business plan. So far so hard to say, but I still optimist to finalise it by 2 months again. So…sukses dunk sejauh ini.
4) Buat profesi engineer…so far masih so good. Bahkan bisa dibilang 2008 aktivitas saya harus diakui berat disini. Tanggung jawab meningkat, dan ada reorganisasi di kantor, tp secara umum saya menganggap saya belajar banyak hal di tahun ini.
5) Untuk bisnis, mmm…yang ditunggu-tunggu…Alhamdulillah. Tahun 2008, Rumah Video berkembang sesuai dengan proyeksi dan targetan kita. Di resolusi saya sebut, growth penjualan akan naik 100%, dan finally it is well stretch achieved……:) (Sebenarnya kita sempat coba perbaikin target jadi naik 200%, tp yang ini ga achieved…:(..but its ok..kt coba lagi taon depan, toh target resolusi masih achieved). Target alternatif investasi yang lain sudah mulai dicoba. Properti kecil-kecilan (kontrakan-red), saham dan reksadana coba-coba dimainkan. Alhamdulillah sudah mulai ada hasil juga.
6) Untuk sosial kemasyarakatan, format yayasan memang belum terbentuk secara de yure. Tapi, secara organisasi de facto, saat ini sudah berjalan. Nama yayasannya Muslim Harapan, bergerak di bidang pendidikan. Saat ini baru ada 14 anak yatim yang kita santuni. Ke depannya, kami akan terus ekspansi membesarkan yayasan, dan akan mulai memformalisasikan bentuk yayasan ini.
7) Untuk keluarga, belum nikah juga nih...:(...hehe...emank belum ditargetkan di resolusi kemarin sih, karena niatan awal memang menunggu kuliah kelar dulu. Gimana 2009? Well, kita lihat lah ntar...
Nah, terus untuk 2009, apa neh resolusinya??
Beda dengan tahun lalu, tahun ini saya coba make it simple aja.
1) Well-balanced man in life.
2) Master of Management.
3) Well-experienced 2G-3G Planning and Optimisation Engineer.
4) Business growth by five times.
5) Well-organized education foundation.
That’s it…simple right? 2009, I’m cominggg…..:)
NB :
1) Sebagai tambahan untuk new beginning…Rumah Video sebagai sebuah entitas bisnis memutuskan untuk berganti nama dan wajah baru…KIT PRO INDONESIA…mohon doa restunya…:)
2) Title dan subtitle blog ini juga berubah. Title-nya simple, just my name, Budi Setiawan. Can’t think another title suit, coz this is just me. Subtitlenya juga simple, improving, winning, and giving. Plannya sih semacam tagline dalam hidup. Terus berupaya menjadi orang yang lebih baik ke depan, bisa menang dalam ujian kehidupan, dan bisa menjadi orang yang terus memberi kepada sekitarnya..Amin…
3) Picture taken from morris-photographics.com
Posted by
Budi Setiawan
at
2:28 AM
0
comments
Mengabadikan Video Dokumentasi
Wednesday, October 08, 2008

Pembuatan Video dokumentasi dapat dilakukan siapa saja, bahkan oleh seorang bocah sekalipun. Perekaman yang dilakukan oleh seorang anak bocah telah menggambarkan suatu kejadian nyata saat itu dan menjadi saksi mata sampai kapan pun.
Pertanyaannya adalah apakah yang didokumentasikan bocah itu memiliki nilai bahkan nilai lebih dan mengesankan? Untuk itu ada beberapa hal yang perlu ditinjau dan diperhatikan. Sebelumnya kita bicara sedikit ttg konsep dokumenter.
Dalam pembuatan konsep video dokumentasi tidak kalah pentingnya dari konsep cerita. Mulai dari mendramatisasi alur cerita, berusaha menceritakannya dengan kuat, kadang- kadang alur cerita yang memiliki awal, tengah dan akhir dengan kejutan- kejutan dalam cerita, peningkatan ketegangan dan juga alur/penuturan yang berliku-liku (penuh dgn hambatan) yang membuat penonton untuk tetap fokus dan terbawa dalam suasana cerita/ alur.
Ada sebuah pakem untuk saat ini dimana dalam "Dokumenter film" si pembuat tidak dapat mengembangkan karakter dan alur cerita (merekayasa alur cerita). Walaupun ada, itu hanya sebagai pelengkap dan tidak melebihi dari intervensi karakter. Contoh : menggambarkan suasana desa seorang perampok yang dicintai masyarakatnya (merampok untuk dibagi- bagikan hasil rampokannya pada orang miskin). Scene awal dibuka dengan shot- shot established desa dan rumah si perampok dengan anak-anak yang bermain di depan rumahnya dengan riang gembira (anak-anak direkayasa diadakan mask dalam frame untuk bermain). Disana diceritakan bahwa desa tersebut tidak ada masalah dengan si orang ini (perampok).
Bagaimana dengan video dokumentasi Event? Tidak ada bedanya. Video dokumentasi event juga perlu kita treatment agar mendapatkan kesan dan dokumentasi yang padat, memiliki added value sehingga penonton tetap fokus dan menikmati tontonan tsb.Membuat sebuah video dokumentasi tidaklah sulit.
Kita mencoba belajar untuk memahami apa yang harus dilakukan dalam proses pengambilan gambar maupun proses editing. Pembuat video dokumentasi amatir bukanlah seorang pemula. Perbedaannya adalah pembuat video dokumentasi amatir mengindahkan kaidah-kaidah konsep pembuatan video dokumentasi yang baik. Pembuat video dokumentasi pemula, bisa jadi hasilnya amatiran tapi juga bisa terlihat professional. Buat kita bila gambar yang dihasilkan dapat dinikmati dengan enak (teknik ambil gambar), kontennya bisa dinikmati (konsep dokumentasi), berkesan (add value, keterlibatan secara emosional), video dokuemntasi tersebut memiliki nilai lebih buat kita atau klien kita.
Selamat membuat video dokumentasi yang penuh kesan.
Diambil dari http://rumahvideo.com
Posted by
Budi Setiawan
at
4:27 AM
0
comments
Labels: Rumah Video, Video Dokumentasi
Selamat Idul Fitri 1429 H
Tuesday, September 30, 2008

Sahabat dan rekan-rekan tercinta,
30 hari sudah kita berpuasa
Tiba saatnya hari yang mulia
Di kesempatan yang indah ini, ijinkan saya mengucapkan
Taqabalallahu minna wa minkum
Shiyaa manaa wa shiyaa makum
Kullu 'am wa antum bikhoir
Semoga Allah menerima amalan kita di bulan Ramadhan
Minal Aidin wal Faidzin
Semoga kita termasuk orang yang kembali (fitrah) dan berbahagia
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWAL 1429 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Wassalam,
Budi Setiawan
Posted by
Budi Setiawan
at
12:36 AM
0
comments
Labels: Greetings
Enjoy our new website
Thursday, September 25, 2008
Make it simple...itu yang menjadi tujuan dari tim website Rumah Video ktika diminta untuk merombak website tempat etalase kami itu...
Dan Alhamdulillah, di penghujung Ramadhan ini hasilnya...very straight to the point website, and cool frens....:)
Please enjoy our new website, http://rumahvideo.com
Posted by
Budi Setiawan
at
3:19 AM
0
comments
Labels: Rumah Video
Menjelang perpisahan dengan sang kekasih

Sebuah renungan di akhir Ramadhan.....
By Abu Aisyah | September 23, 2008
Bismillahirahmaanir rahiim.
Kita ada di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Sebentar lagi bulan yang mulia ini mulai meninggalkan kita. Kekasih kita yang datang setahun sekali ini akan meninggalkan kita. Namun apa yang bisa kita dapatkan di bulan ini? Dan kita bisa melihat kemajuan yang sangat pesat di masjid-masjid yang ada di kampung, kota-kota dan desa-desa.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” [Q.S Al Baqarah: 183]
Sudahkah kita menjadi orang yang bertaqwa selepas bulan ini? Coba kita lihat lagi ketika di awal bulan ini, orang-orang bersemangat, namun kenapa di akhir-akhirnya hanya sedikit orang yang masih bersemangat? Jawabannya sangat mudah. Setiap manusia tidak memprioritaskan bulan ini. Allah adalah nomor dua bagi mereka. Padahal Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” [Q.S Adz Dzariyaat: 56 ]
Prioritas utama manusia adalah beribadah kepada Allah. Beribadah artinya mengabdi, menjadi hamba. Secara kasar menjadi budak Allah. Ibadah artinya melakukan apa-apa yang gunanya untuk mendekatkan diri kepada Allah yang diajarkan oleh lisan-lisan para nabi. Di dalam hal ini apa yang telah diajarkan oleh rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam. Sebab beliaulah yang diberikan amanah oleh Allah Subhanahu wa ta’alaa untuk mengajarkan kepada seluruh umat manusia syari’at Islam.
Saudaraku sesama muslim yang aku muliakan. Sesungguhnya kita ini adalah manusia biasa. Kita bukanlah malaikat. Kita sering berbuat nista, kita sering berbuat salah, berbuat kemungkaran, berbuat maksiat, meremehkan ibadah, meremehkan Allah, tidak bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh-Nya. Kita ini adalah hamba yang dho’if. Hamba yang kurang segala-galanya. Kita adalah Al Faqir. Bahkan mungkin di dalam diri kita tersimpan perasaan nifaq (kemunafikan) yang tanpa kita sadari. Atau bahkan setiap ibadah yang kita lakukan justru mengarah kepada kesyirikan.
Apalah guna mengejar dunia sampai lupa diri, sedangkan nanti di akhirat kita tak mendapatkan surga secuil pun? Apalah guna mengejar gelar Sarjana, Profesor, Doktor, Alim Ulama, tapi kita tidak mendapatkan gelar Al Muttaqin? Apalah guna kita mengejar hidup abadi, namun kita tak bisa menghindar dari adzab Allah? Mari kita renungkan sejenak, langkah demi langkah yang kita lalui.
Allah berfirman:
وَالْعَصْرِ
إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
artinya: “Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” [ Q.S Al Ashr]
Kali ini saya mengajak anda untuk menghisab diri. Melihat di dalam diri sendiri. Berapakah dosa-dosa yang ada di hati. Cobalah direnungi di saat kita bangun tidur, apakah yang pertama kali kita lakukan? Bersyukur atau tidak? Padahal tidur adalah sebuah nikmat. Coba kita renungi lagi ketika kita hendak tidur, apakah kita pernah bersyukur atas apa yang terjadi hari ini?
Ketika kita berdiri menghadap-Nya, melantunkan do’a-do’a dan ayat-ayat Allah. Apakah kita benar-benar merasa bahwa Allah-lah yang ada di hadapan kita? Ataukah hanya kekosongan semata? Pernahkah kita berpikir bahwa “saya sholat untuk Allah, karena Allah ada dihadapanku, sekalipun aku tidak bisa melihat Allah, tapi Allah bisa melihatku”. Pernahkah perasaan ihsan ini ada di dalam diri kita? Kalau dalam 1 bulan shalat di bulan ini kita sama sekali tak bisa menghadirkan Allah dalam shalat kita, maka apakah kita akan yakin bahwa sholat kita diterima oleh-Nya?
Sejenak kita lihat sikap kita terhadap saudara kita sesama muslim. Sudahkah kita meminta ma’af atas apa yang kita lakukan? Sudahkah kita meminta ma’af karena mungkin ada kesalahan kita yang menyakiti hatinya?
Coba kita lihat kaum dhuafa yang bekerja memunguti sampah setiap hari, lihatlah orang-orang yang menyemir sepatu untuk kebutuhan hidup mereka. Lihatlah anak-anak jalanan yang mencari rejeki dengan berjualan koran dan makanan kecil. Adakah kita bertanya di dalam hati, “apakah hari ini mereka telah makan?” Sesekali coba kita lihat di perkampungan kumuh. Kita lihat wajah-wajah mereka yang ceria sekalipun mereka kelaparan. Kita lihat wajah-wajah mereka yang ceria sekalipun bisa saja saat itu juga mereka digusur oleh Pemkot karena mereka dianggap merusak pemandangan.
Tidaklah kita melihat rahmat Allah ada diantara mereka? Dengan membantu mereka, meringankan beban mereka? Apakah hanya pada bulan Ramadhan saja kita ingat mereka? Lalu kemanakah 11 bulan yang lalu diri kita berada? Oh ya, diri kita berada di pasar, diri kita berada di rumah makan enak, diri kita memakai pakaian, diri kita tersenyum, sementara selama 11 bulan mereka menahan lapar, selama 11 bulan mereka menangis, selama 11 bulan mereka tidak berpakaian, apakah hanya di bulan Ramadhan saja kita ingat mereka?
Wahai saudaraku, aku ajak lagi melihat seorang anak yatim. Anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal mati oleh orang tuanya. Ditinggal mati oleh sang ayah tercinta. Coba lihatlah diri anda yang mempunyai kedua orang tua! Apakah kedua orang tua anda, anda sia-siakan, ataukah anda hormati? Lihatlah lagi kepada wajah anak-anak yatim, sekalipun mereka tersenyum kepada kita, tapi sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam mereka merindukan ayah mereka, merindukan ibu mereka. Mereka ingin seperti kita, namun apakah kita bisa merasakan mereka? Pikirkan ketika mereka tidak bisa mendapatkan figur seorang ayah yang akan menjadi panutan dia, yang seharusnya mengajarkan ketegasan, yang seharusnya menuntun ia di dunia ini. Lihatlah juga ketika mereka tidak mempunyai seorang ibu, mereka kehilangan kasih sayang ibu yang seharusnya mereka dapatkan. Mereka iri melihat teman-teman mereka mempunyai ibu, bagaimana dengan diri kita? Apakah kita akan menyia-nyiakan orang-orang tua kita?
Pernahkah kita menghardik anak yatim? Sungguh orang yang menghardik anak yatim adalah orang yang benar-benar mendustakan agama. Allah berfirman:
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
artinya:“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?Itulah orang yang menghardik anak yatim,” [Q.S Al Maa'uun: 1-2]
Kita melihat lagi dalam masalah bersedekah. Apakah hanya dalam bulan Ramadhan dan hari Jum’at saja kita ingat Allah dengan bersedekah? Apakah hanya dalam Ramadhan saja kita ingat berzakat? Padahal sedekah itu bisa menlindungi kita nanti di hari akhir, menjadi syafa’at kita. Apakah kita sudah aman dari adzab Allah di hari akhir dengan tidak mengeluarkan apa yang kita nafkahkan untuk Allah? Lihatlah diri kita, sehebat apa kita di dunia ini tanpa Allah? Apa prioritas kita di dunia ini?
Apakah kita hanya mengejar kehidupan dunia yang sementara, sedangkan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya? Lihatlah lagi ke dalam hati kita, apa yang dibutuhkan oleh jasad kita? Apa yang dibutuhkan oleh ruh kita? Kalau kita hanya memikirkan jasad saja maka kita salah, justru ruhlah yang membuat manusia itu mulia di mata Allah dan manusia. Ruh manusia itu harus diberikan siraman-siraman rohani, yaitu siraman-siraman yang bisa membersihkan jiwa, membersihkan hati, sehingga kebutuhan ruh tercukupi dan jasad kita akan lebih baik. Janganlah tertipu dengan kehidupan duniawi yang sementara. Dunia ini fana.
Tengok ke dalam diri, apakah kita takut mati? Coba ingatlah tentang maut! Kita mungkin takut mati karena belum siap terhadap amal-amal kita, namun siap atau tidak kita pasti mati. Karena itu apa yang kita persiapkan sebelum kita mati? Apakah kita mengira kita mati masih lama? Tidak ada yang tahu melainkan hanya Allah semata yang faham kapan kita mati. Lalu apakah kita tenang-tenang saja dalam hidup ini? Santai, leha-leha, sedangkan malaikat mau sudah siap untuk mengambil nyawa kita?
Inilah mungkin Ramadhan terakhir bagi kita, maka apakah sudah kita siapkan bagi kita untuk perjumpaan terakhir ini? Sudahkah kita berikan secara maksimal tenaga yang kita punya untuk beribadah kepada Allah khusus 10 hari terakhir ini? Para shahabat, lihatlah para shahabat ketika ingin berpisah dengan Ramadhan, mereka fokuskan pada saat terakhir-terakhir di bulan Ramadhan ini. Bahkan mereka takut amal-amal mereka tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa ta’alaa. Kalau orang-orang seperti para shahabat yang dekat dengan rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam saja takut amal mereka tidak diterima, lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah melebihi para shahabat?
Sesungguhnya banyak kemaksiatan yang kita lakukan, namun kita berbohong kepada diri sendiri dengan mengatakan “sesungguhnya ini adalah dosa kecil”. Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu dalam sebuah atsar berkata, “Orang yang beriman itu ketika ia melakukan dosa kecil, maka ia merasa seperti gunung itu akan dijatuhkan kepadanya”. Maka dari itulah Rasululloh Shallallahu’alaihi wa sallam berpesan kepada kita setiap kita melakukan dosa-dosa kecil, langsung kita berbuat baik, agar dosa tersebut dihapuskan oleh Allah.
Yaa Allah, duhai pemilik Arsy yang Agung, aku memuji-Mu dengan pujian yang setinggi-tingginya. Tiada Ilah melainkah Engkau. Sesungguhnya aku adalah hamba dan Engkau adalah Tuhan. Sesungguhnya aku adalah Al Faqir, sedangkan Engkau adalah Al Ghaniyun Hamiid. Tiadalah pemilik antara timur dan barat kecuali Engkau. Engkaulah yang memberikan kami hidup, Engkaulah yang mengajarkan kepada kami Al Qur’an.
Yaa Allah, bulan Ramadhan sebentar lagi akan pergi meninggalkanku, sedangkan aku tidak merasa cukup atas sebulan yang Engkau berikan di bulan Ramadhan ini. Dosa-dosaku ibarat gunung Yaa Allah, dosa-dosaku ibarat lautan, dosa-dosaku ibarat buih di lautan, dosa-dosaku ibarat tujuh bumi. Ya Allah, aku adalah hamba-Mu yang dha’if. Banyak sekali waktuku terbuang sia-sia. Banyak sekali aku melupakan-Mu. Ya Allah, Engkau adalah cahaya, Engkau adalah pemberi petunjuk, maka tunjukillah kepadaku jalan yang lurus. Dan janganlah Engkau sesatkan diriku setelah Engkau berikan kepadaku petunjuk. Yaa Allah, hatiku kotor penuh noda, aku memohon kepada-Mu
Yaa Allah, bersihkan hatiku dengan salju, air, dan air es. Yaa Allah, Yaa Hayyu Yaa Qayyuum, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kesulitan yang amat sangat. Setelah Ramadhan lewat ini Yaa Allah, apakah aku masih bisa bersujud lagi kepada-Mu? Ataukah aku akan menjadi makanan tanah? Yaa Allah, apakah aku masih bisa menatap matahari di kala pagi? Ataukah ini adalah Ramadhan terakhirku?
Yaa Allah, terimalah amal-amalku, terimalah puasaku, sholatku dan ibadah-ibadahku. Yaa Allah, aku telah berusaha mencontoh nabi-Mu, mengikuti jejak-jejak rasul-Mu, mengikuti sunnah-sunnahnya. Yaa Allah, kalau amal-amalku ada yang jelek Yaa Allah, maka ampunilah aku. Yaa Allah yang Maha Pema’af, maafkanlah aku dan lindungilah aku dari kejelekan amal-amalku, lindungilah diriku dari kejahatan jiwa. Yaa Rabbi, lindungilah aku dari hatiku yang selalu mengajak kepada kejelekan. Lindungilah diriku yang terkadang tanpa pikir panjang mengikuti kata hatiku yang salah. Yaa Allah, sungguh Engkau Al Ghafuur, Ar Rahmaan dan Ar Rahiim. Ampunilah aku, Rahmatilah aku, dan sayangilah aku.
Yaa Allah, yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku ke dalam jalan agama ini. Dan jangan kau balikkan hatiku kepada kesesatan. Yaa Allah, lindungilah aku Ya Allah dari godaan syetan yang terkututk. Telah Engkau belenggu mereka di bulan ini, namun mereka akan Engkau lepas lagi setelah ini. Sesungguhnya tak kudapat melihat mereka, namun Engkau maha Melihat, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikannya, dari tiupan-tiupannya dan dari segala tipu muslihatnya.
Aku bersimpuh kepada-Mu Yaa Rabb, mungkin ini adalah sujudku yang terakhir, mungkin hari ini adalah hari-hariku yang terakhir, mungkin besok aku akan dimasukkan ke liang lahat, mungkin besok aku akan ditanyai oleh Malaikat penjaga alam kubur. Mungkin besok aku akan diperlihatkan apa yang akan aku dapatkan di akhirat nanti. Mungkin besok aku tidak bisa lagi mendengar adzan, mungkin besok aku tidak bisa lagi melihat apapun selain wajah malaikat maut.
Yaa Allah, ampunilah aku, terimalah amal-amalku, dan jadikanlah aku golongan orang-orang yang bertaqwa.
Posted by
Budi Setiawan
at
2:55 AM
1 comments
Labels: Investasi Akhirat, Renungan
Break from the Pack
Tuesday, September 23, 2008

Colin Powell pernah mengatakan, “Pilih pertempuran Anda dengan sangat selektif, kemudian masuklah dengan kekuatan yang berlimpah.”
Kutipan ini saya ambil dari buku terbarunya Oren Harari, “Break from the Pack”. Isinya menceritakan tentang strategi bersaing perusahaan di tengah ekonomi peniruan yang ada saat ini. Isinya sangat berbobot, kombinasi yang cukup pas antara dunia intelektual dan praktis.
Namun saat ini, saya hanya ingin membahas aspek praktisnya saja.
Kalimat Colin Powell di atas menjadi pengantar dari Oren Harari ketika membahas tentang strategi untuk keluar dari kerumunan. Bentar...sebelum lanjut...sebetulnya kerumunan itu apa sih? Kerumunan adalah produk rata-rata. Contoh, dulu sebelum HP mulai booming, yang namanya counter HP jumlahnya sedikit sekali. Tapi sekarang bisa dikatakan setiap jarak 100 m kita sudah bisa mendapati ada 1 counter HP yang berdiri disana. Counter-counter HP itu adalah kerumunan, dan hanya counter HP yang bisa memberikan nilai lebih kepada konsumenlah yang akan bertahan keluar dari kerumunan.
Ok, intinya adalah kalimat dari Colin Powell ini merujuk pada pemilihan lahan bisnis yang selektif dan all out dalam menjalaninya. Masuk ke contoh kasus. Di AS, Whole Foods Market senilai $ 5 Milliar versus Kroger bernilai $ 60 Milliar. Ternyata Return on Asset-nya Whole Foods 70 kali lipat dari Kroger, sementara margin keuntungannya lebih besar 6 kali lipat. Mengapa perusahaan yang nilainya jauh dari Kroger bisa mendatangkan angka profitabilitas yang lebih tinggi? Whole Foods berfokus pada makanan alami. Kroger memang juga masuk di pasar ini, tetapi seluruh brand, keahlian, inovasi dan rantai makanan serta skala Kroger dibangun di sekitar segmen pasar ini. Ruang lingkupnya menjangkau sampai setiap perkebunan dan persiapan dari segala sesuatu dari mulai sayur-sayuran sampai ayam untuk memastikan bahwa label alami dan organik adalah autentik dan bukan sebagai cara dari pemasaran.
Contoh lain, Jet Blue dengan nilai $ 1,6 Milyar mengalahkan United Airlines dengan nilai $ 16,6 Milyar. Jet Blue berfokus pada rute yang dipilih dengan hati-hati dengan potensi keuntungan, perjalanan langsung dari titik ke titik, pesawat baru yang memerlukan sedikit perawatan, kompensasi dengan upah lebih rendah cuman dengan kepemilikan saham, kepemimpinan secara langsung (eksekutif bekerja di atas pesawat untuk dapat tetap bersentuhan dengan bisnis), karyawan yang tidak bergabung dengan serikat pekerja dan dapat melakukan berbagai macam pekerjaan, produktivitas tinggi, efisiensi dengan 70% tiket terjual via website, dan agen pemasaran yang bisa bekerja dari rumah. Efeknya sementara pertumbuhan Jet Blue mencapai 33% dalam setahun, United Airlines mengalami kerugian tahunan multimilliar dollar di tahun 2006.
Contoh kasus dalam negeri, Rumah Video. Secara terus terang, Rumah Video sempat keluar dari fokus awalnya, video. Contohnya RV sempat bermain-main di ranah website yang sebetulnya belum menjadi kompetensinya. Memang tawarannya menarik, demandnya juga besar, hanya saja untuk fase awalan, hal ini mengaburkan fokus dan konsentrasi, dan lumayan menyita waktu dan tenaga. Makanya dalam evaluasi tengah tahun kemarin, Rumah Video bertekad untuk kembali ke khittahnya, dengan kembali ke jalur per-video-an, terutama video dokumentasi dan video profile.
Ok, satu lagi aspek menarik yang ingin diceritakan dari buku ini adalah tips berikutnya, satukan tiap bagian untuk meraih tujuan puncak. Apa tujuan puncak dari suatu perusahaan berdiri? Mencari keuntungan sebesar-besarnya, menjadi pemimpin dalam industri, membangun sebuah reputasi handal. Setiap perusahaan seharusnya mempunyai tujuan yang lebih besar dari itu, yang dengan tujuan itu perusahaan mampu untuk memotivasi karyawannya untuk memberikan yang terbaik dalam aktivitas operasionalnya.
Ingat dengan slogan Microsoft, komputer dalam setiap rumah tangga. Dulu hal ini sesuatu yang masih dianggap muskil, bahkan oleh IBM sekalipun yang masih menganggap bahwa masa depan komputer adalah mainframe yang ukurannya besar, harganya mahal dan hanya digunakan oleh lingkungan perkantoran. Tapi lihat sekarang?
Coba lihat beberapa tujuan tertinggi produk/perusahaan berikut.
- Jamba Juice --> ”Untuk membantu kita hidup lebih sehat dan lebih seimbang, kehidupan yang lebih natural, dan kehidupan yang lebih bermanfaat.”
- Google --> ”Memanfaatkan, mengatur dan mengategorikan semua informasi di planet, sehingga setiap orang dapat dengan mudah mengaksesnya untuk kebutuhan yang unik dengan medium apa pun yang kita pilih, baik teks, audio maupun video.”
- Procter and Gamble --> ”Membantu orang-orang memecahkan setiap masalah yang ada di rumah.”
- TiVo --> “membebaskan waktu dan tenaga orang dengan memberi orang-orang pengendalian total melalui penglihatan mereka.”
- Starbucks --> “Menciptakan suatu tempat mengungsi bagi semua orang, tempat mereka dapat melarikan diri dari kemalangan dan kesengsaraan akibat kekacauan di dunia luar, suatu tempat yang aman dan tenang sehingga menjadi tempat ketiga bagi customer untuk menghabiskan waktu.”
- FedEx --> “Memberikan suatu rasa aman bagi masyarakat bahwa dokumen mereka akan dikirimkan pada orang tertentu pada hari berikutnya.”
- Cirque du Soleil --> “Menyalakan kembali emosi dan kepekaan orang dewasa dengan cara yang pernah mereka alami di masa kecil, tetapi tidak pernah mereka bayangkan terjadi di usia dewasa.”
- IKEA --> “Memberikan kehidupan sehari-hari yang lebih diperkaya dan lebih berkelas pada orang biasa.”
- Petakumpet* (diambil dari bukunya Mas Arief Budiman, Jualan Ide Segar) ”Menikmati hidup yang luar biasa dengan terus menciptakan ide hebat.”
- Rumah Video --> Pilih option berikut.
o Menjadi perusahaan media audio visual yang profesional dan terkemuka di Jakarta, atau
o Memberikan kenikmatan yang luar biasa bagi masyarakat dan emosional yang sentimentil ketika menyaksikan cuplikan perjalanan hidup mereka tersaji di depan mata mereka, atau
o ………………………………. (monggo idenya……..)
Anyway, cukup sekian dahulu. Saya belum ingin menjanjikan tulisan ini ada lanjutannya atau tidak. Cukup dulu janjinya….
Posted by
Budi Setiawan
at
5:35 AM
0
comments
A Class with Drucker

Bisa dikatakan “A Class with Drucker” adalah buku yang dinanti-nanti oleh semua mahasiswa bisnis paruh waktu di dunia. Di dalamnya diceritakan materi-materi yang dibahas dalam perkuliahan kelas malam yang kebetulan sedang digeluti oleh penulisnya dan dengan lincahnya dikaitkan dengan praktek bisnis nyata di lapangan. Benar-benar sebuah masterpiece dari seorang William A. Cohen, PhD.
Coba kita lihat sebagian isinya.
Salah satu tips dari Drucker adalah bertanya. Jack Welch sendiri mengakui bahwa GE bisa tumbuh dari nilai pasar 12 milliar dollar pada 1981 menjadi 25 kali lipatnya saat ia keluar, salah satunya dipicu oleh 2 pertanyaan dari Drucker. Pertanyaannya adalah, ”Jika Anda belum siap di dunia bisnis, maukah Anda masuk ke dalamnya hari ini?”. Dan lalu diikuti dengan pertanyaan kedua yang lebih sulit, ”Lalu apa yang akan Anda lakukan?” Menurut Welch, pertanyaan-pertanyaan dari Drucker membuat dia kemudian melepaskan bisnis yang tidak menguntungkan dan melangsingkan GE hingga mencapai sukses luar biasa.
Drucker berkata seperti ini ketika ditanya tentang rahasia kesuksesan dirinya, ”Tidak ada rahasia. Anda hanya perlu mengajukan pertanyaan yang tepat. Ketidaktahuan itu bukan hal yang buruk jika kita tahu cara menggunakannya. Anda harus sering-sering melakukan pendekatan terhadap masalah dengan ketidaktahuan Anda, bukan apa yang Anda anggap Anda ketahui dari pengalaman masa lalu, karena tidak jarang, apa yang Anda anggap Anda ketahui ternyata salah.”
Salah satu saran Drucker yang lain adalah kuasai keahlian lain di luar bidang Anda untuk bisa menjadi pemimpin strategis. Salah satu medianya, adalah membaca, tidak cuman membaca aspek-aspek yang terkait dengan bisnis atau spesialisasi, akan tetapi juga membaca aspek-aspek di luar itu, mungkin olahraga, agama, politik, atau sastra. Selain itu, juga berinteraksi aktif dalam diskusi-diskusi dalam aspek-aspek itu.
Next, adalah menuliskannya. Menulis akan sangat susah dilakukan di awal. Namun seperti kata pepatah lama, Anda tidak akan benar-benar memahami sesuatu kecuali Anda menuliskannya. Well, jadi ingat sebenarnya sudah sekitar 2 bulanan blog ini tidak pernah diisi kembali. Saat ingin memulai lagi untuk mengisi blog ini jujur rasanya sulit sekali. Begitu dicoba, mulai terasa lagi unsur kakunya. Belum ada alur yang jelas antara premis, pertanyaan, pernyataan, bukti pendukung dan diakhiri dengan penutup premis. Segala sesuatunya mengalir apa adanya. Saya tidak ingin terpaku dengan gaya-gaya tertentu. Yah, jalani sajalah dulu.
Bersambung......
Posted by
Budi Setiawan
at
5:29 AM
0
comments
Rem dan Setir

Allah itu Maha Pencemburu....Dia akan sangat cemburu manakala manusia terlampau terlena dengan urusan duniawinya dan melupakan akan Sosok Sang Penciptanya…
Belasan hari yang dilalui belakangan ini adalah termasuk bulan yang mulia. Ramadhan telah tiba, saat ini bahkan akan segera meninggalkan kita. 10 hari terakhir di bulan ini sudah tiba. Maka saatnya memasang sabuk takwa dan menegakkan kursi iman. Ada beberapa hal yang terjadi belakangan, tapi tarik nafas dalam-dalam, lafaskan kembali niat bahwa hidup di dunia sesungguhnya adalah dalam rangka beribadah kepada-Nya, tenangkan hati dan pikiran.
Sekedar flashback beberapa hari sebelumnya...........
Minggu, 31 Agustus 2008, 02:32 WIB
Ide…ide…entah kenapa ketika dibutuhkan seakan otak ini buntu, jumud, tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan setelahnya….
Back to beberapa minggu terakhir…
Entah kenapa berakhirnya perkuliahan trimester lalu bukan berarti bahwa hidup akan semakin mudah. Berakhirnya fase kemarin adalah pembukaan untuk sebuah fase baru yang lebih menantang. Fase itu adalah fase tugas akhir, dengan frekuensi pekerjaan yang mendadak berakselerasi kuat.
Sebuah episode pekerjaan kali ini memang beda. Dari sisi sifat, tanggung jawab, target, tekanan dan juga banyaknya waktu yang harus dihabiskan untuk sekedar bernafas lega. Its challenging actually. Tapi sekali lagi, it takes a lot of time and energy from me.
Kata orang, pengalaman merupakan metode pembelajaran yang paling efektif. And that’s what I am doing right now. Takes a lot of experience. But am I absorb much from that learning?
Something I have to concern about. Memasang pedal gas yang tinggi memang akan mempercepat seseorang untuk sampai ke tujuannya. Hanya saja, sekedar mengandalkan gas tanpa rem dan setir malah bisa jadi akan membuat arah kita menjadi melenceng dari tujuan semula.
Rem...take a break for a minute…
That’s why I choose photograph right now for a kind of taking a break. Its fun, enjoyable, and rilex. I am a newbie, and still have to learn much for it. Mine is Canon 400D, lens 18-55mm and 55-200mm. Simple. Don’t have to buy a new one for all of it. Borrowing my friend’s tripod, I enjoy taking picture of Kampung Daun Lembang and Ampera Bridge Palembang..
What next ??
Well, flying fox and outbound at Cikole Lembang maybe one of it. Its sporty and fun. Moreover, the shot was taken by Rumah Video. The good thing, it makes me realize that I often forgot about taking a regular sport. Before, there was futsal every Friday night after school. But, after school taking a break, there was no regular one. Push up, maybe I have to think it again.
Oke...rem saja ternyata tidak cukup. Kemanakah setirnya?
Taking a break should not makes me forgot about what I have to finish.
And here I am now. Mencoba untuk menyusun kembali sebuah rute perjalanan di tengah heningnya sebuah dinihari. Target dan prioritas coba direkapitulasi kembali. Coba lagi melihat dimana tujuan akhirnya. Dan mencari ide jalan terbaik untuk menggapainya.
Actually its not that easy. Lebih mudah untuk sekedar menekan gas, bekerja keras, dan melupakan rem dan setir. Bekerja cerdas, terus terang jauh lebih sulit. Mungkin itu yang membuat banyak orang akhirnya enggan melakukannya. Dan harus kuakui, itu salah satu kelemahanku saat ini.
Times up for just think. Segala sesuatunya berjalan sesuai kehendak Yang Di Atas. Saat ini, aku hanya ingin mengambil air wudhu, mencoba menghadap-Nya sesaat, mengucap syukur atas semua nikmat-Nya, dan meminta petunjuk akan ke depannya seperti apa.
Enough for high speed right now. Enjoy the brake and the stir…
*Alhamdulillah hari itu sang adik, akhirnya resmi menjadi seorang dokter, dengan UI sebagai almameternya*
Posted by
Budi Setiawan
at
5:12 AM
0
comments
Labels: Catatanku
Hari demi hari
Wednesday, July 23, 2008

Nah sekarang kudu ngakuin....lama banget dah kagak ngisi di blog ini...Kalaupun ada, lebih banyak hanyalah mengutip tulisan-tulisan dari beberapa teman-teman...
Yah, bukannya sok sibuk sih. Cman, memang benar yang dikatakan orang-orang, konsisten bukan sebuah kata yang gampang realisasinya di lapangan. Saya selalu menganggap menulis di sini adalah sebuah sarana ekspresi diri. Dan memang sempat berniat apapun nantinya kesibukan lain yang menghadang, saya akan tetap mencoba meluangkan waktu untuk menulis di sini...*duh, bahasanya..:p*
Oke deh. Langsung aja ceritain aktivitas sehari-hari saat ini..
Untuk amanah di bidang telco emank masih rada ribet. Gara2nya baru aja dminta menangani project baru lagi setelah sebelumnya sempat ”settle” d tempat lama. Saat ini juga masih persiapan untuk program sertifikasi ”Experienced” Engineer. Kayaknya emank dipaksa bwat belajar terus neh...:(
Rada senengnya di kantor sekarang, temen-temen lagi pada semangat untuk belajar berinvestasi. Setelah sebelumnya coba-coba di unit link, sekarang sudah coba untuk bereksperimen di pasar modal. Akhirnya memang ketiban pulung. Diminta untuk mengelola portofolio mereka di sana. Yah, itungannya nothing to lose sih. Namanya juga belajar. Lagipula kalau dikelola sendiri, masih bisa mensetting portofolionya untuk tidak mengambil portofolio yang tidak sesuai dengan “syariah”. Nah, saat pasar modal lagi rada lesu begini, mulai ada usulan-usulan untuk bisnis bareng…hmmm..kita liat nanti deh frens, all Richest Wannabe…
Trus, barengan dengan teman-teman satu “geng”, Alhamdulillah kita lagi proses untuk membuat sebuah yayasan di bidang pendidikan. Saat ini sih, bentuknya masih prototype. Namanya sudah ada, Muslim Harapan. Launching sudah dilakukan kerjasama dengan Salam UI di Masjid UI Depok. Aktivitasnya saat ini masih difokuskan untuk memberikan beasiswa untuk anak2 SD hingga SMP yang tidak mampu. Walau begitu, bentuk resminya memang belum berbadan hukum yayasan. Tapi, its Oklah. Nanti saja, yang penting sekarang jalan dulu. Nah, sambil jalan inilah, trus muncul ide-ide juga untuk membuat bisnis, salah satu tujuannya untuk pembiayaan operasional yayasan ke depan.
Soal kuliah. Masih belum lulus neh....:(
Sudah masuk trim 4, dan materinya memang lebih banyak ke Finance sekarang (konsentrasi memang mengambil itu). Tugas akhir berupa business plan sudah mulai dibuat. Setelah sempat ditolak 2 kali, akhirnya 3 ide yang kami masukkan kemarin bisa diterima. Ide-idenya, Mobile Video Information, Private Emergency Response dan Indonesian Youth Camp. Sepertinya kami akan mengambil tema pertama. Selain itu, yang seru di trim ini adalah kuliah Business Simulation. Diceritakan 6 perusahaan saling berebut untuk menjadi nomer 1 di suatu negara. Saat ini, di tahun terakhir permainan, nilai saham kami memang masih berada di peringkat 5. Targetnya, kuartal ini sudah akan naik ke peringkat 3....doain yach...
Soal keluarga. Anak (hus!!), maksudnya ortu yang pegawai negeri sekarang juga lagi semangat mulai bisnis kecil-kecilan. Bidang yang dipilih juga simple, Properti, alias coba bikin kost-kostan. Yah, sebagai anak tertua, akhirnya mau ga mau kudu membantu, sampai ke urusan finansial....:(
Tapi, sekali lagi...belajar...Alhamdulillah ada beberapa unit sebentar lagi siap untuk dipasarkan. Sekarang sih masih mencari pendanaan untuk membangun beberapa lagi..(duh, plis jangan mikir unitnya banyak banget yah, masih below 10 kok...:)
Yah ke depannya sih kalo bisnis keluarga pengennya bs set-up klinik or apotik, secara ibu ma adik dokter gigi dan umum...*Amin*
Nah, selain itu semua, Riil bisnis sendiri, Rumah Video masih berjalan. Operasionalnya di bawah pimpinan CEO Taufik Hanas saat ini masih mem-follow up hasil pameran franchise kemarin. Terus terang, sedikit di luar dugaan kami, walaupun persiapan minim kemarin dan kami juga agak “nyeleneh” (tidak menawarkan franchise-red), ternyata respon dari pengunjung cukup baik. Presentasi-presentasi lanjutan pun coba dijajaki. Yah, doakan juga semuanya bisa berjalan lancar.
Hmm..jadi sebetulnya apa benang merahnya tulisan ini...benang ijo, kuning, item *halah, garing yah*
Yah, ga tau deh. Orang ini sebetulnya juga bingung mo ditulisin apa lagi blog ini. Lama ga nulis, kerasa banget kakunya. Ya udah, tulisin lah yang simple2 en gampang, kalo bermanfaat syukur, kalo engga’ yah lagunya Maia dunk, EGP...hehe...
Becanda....
Versi seriusnya, kita hidup ga bisa sendirian. Yang pasti aktivitas bersama atawa berjamaah lebih asoy daripada cman mengerjakan semuanya sendirian...Emank ga gampang, tapi hasilnya akan selalu lebih baik daripada sendiri. Kuncinya satu, TRUST. Think positive about your friend, your team, your partner, TRUST them, let everyone take their role and responsibility, do the best, and always back, let Allah do the rest. Is it hard to do? Well, if yes, try the opposite. Believe me, it’s even harder.
Ok, kembali ke laptop *Laaahhhh*
*Someone said, When you wholeheartdly adopt a “with all your heart” attitude and go out with the positive principle, you can do incredible things*
Posted by
Budi Setiawan
at
5:48 AM
2
comments
Labels: Catatanku
Rumah Video hadir di Pameran International Franchise
Friday, June 20, 2008
Pameran Internasional Franchise, License and Business Concept.
Inilah tajuk acara akbar tahunan franchise nasional.
Bertempat di JCC (Jakarta Convention Centre) Senayan, hari ini sampai tanggal 22 Juni 2008 momen ini akan dilangsungkan.
Alhamdulillah pada kesempatan ini, Rumah Video berkesempatan untuk ikut serta meramaikan pergelaran ini.
Awalnya sempat tidak yakin untuk ikut serta. Makanya ketika ada tawaran dari TDA untuk mendapatkan stand gratis, kami belum berencana untuk mengambilnya.
Akan tetapi, aliran cerita akhirnya berkata lain. Via jalur lain yg tidak jauh berbeda akhirnya kami membulatkan tekad untuk ikut serta di momen ini. Doakan semoga kami bisa memberikan yang terbaik. Amin.
Posted by
Budi Setiawan
at
2:53 AM
2
comments
Labels: Rumah Video
“ MEMBANGUN KOMUNITAS BERKARYA “
Thursday, June 19, 2008

Oleh : Acep Hidayat, Rumah Video, Senior Editor
*Sebagaimana dimuat di Media Indonesia, 4 Juni 2008
http://www.rumahvideo.com/pages/posts/ldquo-membangun-komunitas- berkarya-ldquo169.php
Keinginan mengapresiasi diri dan berkarya adalah dambaan semua orang muda. Karena itu, kita punya potensi besar untuk bangkit melawan keterpurukan di negeri ini. Kenyataannya tak semua orang muda mudah melakukannya. Keterbatasan pendidikan, fasilitas, sarana dan jejaring membuat potensi dan bakat mereka terbengkalai. Tak mengherankan, ada sebagian kawan yang lalu menjadi manusia tidak produktif alias pengangguran. Padahal, bekerja adalah wujud eksistensi diri di tengah masyarakat.
Keprihatinan tersebut tak hanya cukup diungkapkan dengan kata, namun membutuhkan gerak konkret. Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai saat ini adalah slogan yang sangat relevan untuk dilakukan.
Teman-teman di Rumah Video tergerak untuk membangkitkan semangat berkarya di tengah orang muda. Berbekal pengalaman berkarya di bidang media audio-visual, eksistensi dan lapangan kerja yang telah kami buka buat sebagian kawan-kawan terdekat, kami mencoba melakukan program lokakarya audio visual. Sasarannya, kawan-kawan muda yang ada di dalam kampus maupun luar institusi kampus. Lokakarya dilakukan berjenjang dan diberikan kepada kawan-kawan muda yang ingin belajar media audio -visual. Mulai dari pelatihan kameraman, pengeditan, dan tema-tema seputar media audio visual lainnya.
Lokakarya ini gratis, namun hanya diberikan terbatas kepada kawan-kawan muda yang memiliki antusiasme belajar yang tinggi walaupun belum mempunyai kemampuan teknis sama sekali. Pelatihan dilakukan dengan praktik langsung di lapangan. Harapannya, peserta lokakarya tak saja mahir dalam hal-hal teknis, tapi juga memiliki inovasi sehingga diharapkan kelak bisa menjadi trendsetter, bukan pengikut atau latah. Tak kalah pentingnya, mampu membaca peluang dalam bisnis ini. Yup, menjaga idealisme sembari menghasilkan pendapatan, minimal buat diri mereka sendiri.
Buat kami, lokakarya ini jadi ajang menjalin pertemanan juga sumber inspirasi, membagi pengalaman, dan membuka peluang bisnis, khususnya di bidang media audio-visual. Menjadi manusia bermanfaat cita-cita ideal kami di Rumah Video, dan ternyata melakukannya tidaklah sesulit yang dibayangkan.
Tanggapan positif dari peserta lokakarya agar kegiatan ini dibuat berkala memberikan semangat tersendiri bagi kami. Jadi dengan kemauan, kerja keras, dan tekad untuk jadi manusia yang mau berubah lebih baik, harapan ini akan jadi kenyataan. Semoga langkah kecil komunitas ini akan jadi langkah besar ketika orang-orang muda bangkit untuk berkarya dengan segala potensi yang mereka miliki.
Pemuda bangkit, 100 tahun kebangkitan Indonesia bukanlah mimpi, dan akan jadi kenyataan.
Posted by
Budi Setiawan
at
5:01 AM
0
comments
Labels: film, Rumah Video
Menciptakan Peluang Usaha Audio Visual

Oleh : Muhammad Taufik Hanas, Rumah Video, CEO
*Sebagaimana dimuat di Media Indonesia, 4 Juni 2008
http://www.rumahvideo.com/pages/posts/menciptakan- peluang-usaha-audio-visual168.php
RUMAH VIDEO bukanlah tempat peminjaman kaset atau DVD. Banyak orang yang salah kaprah dengan nama kami. Rumah Video adalah rumah yang memberikan kesempatan pada generasi muda yang tertarik pada dunia audio-visual untuk bisa menggali ilmu dari tempat ini.
Keinginan yang sangat besar dari sekelompok mahasiswa untuk membuat usaha di bidang audio visual yang awalnya kami merasa bisa melangkah di bidang ini.
Komunitas ini terbentuk pada 1 Januari 2005, dibentuk Muhammad Taufik Hanas dan Acep Hidayat. Bertepatan dengan malam tahun baru, kami membuat langkah maju untuk membangun semangat, prestasi dan penghasilan. Gerakan konkret kami untuk memulai dari diri sendiri, dari yang kecil, dan mulai saat ini adalah slogan yang membawa kami untuk membangun komunitas Rumah Video. Kami tergerak untuk membangkitkan semangat berkarya ini di tengah orang muda.
Kami memosisikan komunitas kami dalam bidang media audio visual yang profesional dan terkemuka di Jakarta. Dengan banyaknya generasi muda sekarang yang mulai unjuk kreativitas mereka dalam bidang audio visual, komunitas ini dibentuk sebagai wadah yang menyediakan pelatihan media audio visual yang berkualitas, menarik dan bernilai, memberikan nilai ekonomis bagi anggota dengan memberikan peluang usaha secara mandiri pada bidang media audio visual.
Kami pun tidak ingin menjadi benalu. Karena itu, dengan berbekal pengalaman berkarya dalam bidang media audio visual, kami pun merintis komunitas ini hingga bisa bermanfaat untuk mereka yang peduli dan tertarik dengan audio visual dan telah membuktikan mampu exist di dunia ini. Keberadaan bukanlah semata-mata harapan kami. Dengan wadah ini, kami inginkan anggota komunitas bisa mengaplikasikan ilmu mereka dan membuka lapangan kerja bagi sebagian kawan-kawan terdekat.
Kegiatan komunitas Rumah Video pun semua didasari keinginan berbagi ilmu dengan semua pihak. Karena itu, kami mencoba untuk melakukan program lokakarya audio visual yang ditujukan bagi kawan-kawan muda yang ada di kampus ataupun kawan-kawan muda lain yang ada di Jakarta.
Anggota kami pun tidak hanya dari mahasiswa, semua orang yang menyukai dunia audio visual bisa bergabung dengan komunitas kami. Karena semua harus dimodali dengan ketertarikan agar mereka bisa lebih cepat memahami dan mengerti apa yang diajarkan di Rumah Video.
Komunitas yang baru berjalan selama tiga tahun ini merupakan tempat untuk menuangkan kreativitas di dunia audio-visual, seperti membuat video documentation, video profile, video promo, CD Interactive, web design/development design, graphic design, dan spesialisasi pada pengembangan media audio-visual.
Semoga Rumah Video menjadi rumah yang dapat menaungi kemauan, mimpi, dan semangat bagi orang-orang yang ada di dalam dan lingkungan sekitarnya.
Posted by
Budi Setiawan
at
4:57 AM
0
comments
Labels: film, Rumah Video
Kreativitas yang Dikaryakan

Oleh : Firlyana Sari, Rumah Video, editor
*Sebagaimana dimuat di Media Indonesia, 4 Juni 2008
http://www.rumahvideo.com/pages/posts/kreativitas-yang-dikaryakan167.php
Karya lahir dari karena diciptakan. Tak ada karya yang lahir tanpa ada penciptanya, yang ada mungkin penciptanya yang tak sadari kalau mereka telah menghasilkan sebuah karya.
Seorang pencipta tak bisa dilepaskan dari realita yang ada, sekecil apa pun realitas yang ada. Banyak orang mengatakan karya lahir dari imajinasi para pencipta, tapi perlu diyakini imajinasi ada karena adanya realitas.
Salah satu hasil pengembangan realitas tersebut adalah film. Film dapat disajikan dengan film dokumenter atau film untuk konsumsi masyarakat luas. Melalui film, realitas tersebut disajikan. Orang kota akan mengetahui kehidupan desa melalui film, begitu juga sebaliknya. Karena itu, kita bisa pastikan film merupakan hasil sebuah realitas yang digabungkan dengan imajinasi penciptanya.
Namun tak begitu dengan film indie. Film indie atau independent terkadang diartikan sebagai sebuah kemandirian. Berangkat dari pengertian tersebut, bisa dikatakan indie memiliki kebebasan dalam berkarya.
Kebebasan tersebut berarti kebebasan yang diberikan pada penciptanya dalam menghasilkan karya. Tanpa ada embel-embel dari pihak-pihak lain karena film indie akan menampilkan keaslian pembuatnya. Film indie merupakan tawaran untuk generasi muda kita untuk bisa mengembangkan pemikiran dan kreativitas mereka, tanpa ada kekangan dari pihak lain.
Terkadang pemikiran masyarakat awam berbeda. Selama ini masyarakat selalu beranggapan film indie adalah film yang diproduksi dengan budget kecil dan peralatan seadanya. Anggapan itu tentu salah besar. Mungkin itu sebuah anggapan yang wajar. Namun bila kita melihat lagi dari film yang dihasilkan, tak sedikit film indie yang berkualitas dan bahkan mengalahkan film-film yang diproduksi perusahaan besar.
Masyarakat pun ternyata lebih tertarik dengan film-film yang disajikan dengan cerita fiktif belaka. Tanpa mereka sadari, film-film tersebut secara tidak langsung telah mempengaruhi pola pikir mereka. Hal itu pun menjadi perhatian para pembuat film indie. Sayangnya, keberadaan film indie baru diterima sebagian masyarakat saja.
Indie adalah eksplorasi pemikiran penciptanya. Kenapa? Karena pencipta film indie memerlukan kemampuan berpikir untuk sebuah ide yang maksimal tanpa ada paksaan dari berbagai pihak.
Karena pemikiran manusia akan menghasilkan karya yang maksimal ketika tanpa ada tekanan. Begitu juga dengan film indie, lahirnya sebuah film besar dan sukses tentunya diawali dari proses eksplorasi pemikiran pencipta.
Tapi bila dirunut lebih jauh, pembuatan film indie bukanlah hal mudah. Selain membutuhkan fasilitas dan pemikiran yang maksimal, pembuatan film indie pun membutuhkan dana yang cukup besar. Namun, demi sebuah karta, para pencipta film indie tak jarang mengeruk kocek sendiri untuk bisa menuangkan ide-ide mereka.
Melalui film ini, mereka ingin menyampaikan ide dan kreativitas yang selama ini susah untuk tersampaikan. Adanya kebebasan tersebut membuat generasi muda sekarang mulai berlomba-lomba dalam menyajikan film indie.
Rasanya puas saat film dengan ide dan pemikiran sendiri bisa menjadi konsumsi publik walaupun pada kenyataannya jumlah pecinta film indie masih sedikit.
Harapan pun terkadang muncul dari para pencipta film indie yakni harapan untuk bisa dilirik dan diterima pihak lain. Bukan karena materi, melainkan karena para pencipta film indie ingin semua pihak tahu realitas yang berkembang dalam masyarakat.
Posted by
Budi Setiawan
at
4:49 AM
0
comments
Labels: film, Rumah Video
Showreel Rumah Video
Testimonial tentang Audio Visual

Abu Sangkan – Trainer “Shalat Khusyu”
“Peran media audio visual sangat efektif dalam penyampaian da’wah-da’wah saya.”
Adha Muawiyah – Line Producer “Sinemart”
“ Video Company Profile sangat efektif dan efisien untuk memperkenalkan citra perusahaan kita lebih cepat. Klien maupun investor dapat lebih jelas mengetahui apa yang dia inginkan atau tuju pada perusahaan kita.”
Wuryanano – CEO PT Swastika Prima International, Direktur Lembaga Pendidikan Profesi SWASTIKA PRIMA Community College, Founder Super Mind Power Training, Penulis Buku Best Seller
“Dengan memiliki perangkat bisnis pada media Audio Visual ini, maka akan semakin meningkatkan performa bisnis dan perusahaan kita. Produk dan jasa kita pasti semakin bagus dalam pelayanan dan kualitasnya.”
Hidayatullah – Direktur PT Selaras Inti Prima Indonesia
“Media audio visual yang sangat efektif dalam membantu kinerja marketing kami, serta menjadi added value tersendiri untuk perusahaan kami.”
Note :
Alhamdulillah, materi untuk casing CD Showreel Rumah Video sudah selesai. CD ini sendiri berisikan portofolio produk-produk yang pernah kami hasilkan, mulai dari Video dokumentasi, Video profile, CD interaktif, Website, Clip&Commercial, Video Promo.Semoga bisa menjadi salah satu wahana untuk beramal lebih bagi kami. Terima kasih sebesar-besarnya kami haturkan untuk semua pihak yang dengan sukarela telah memberikan testimonialnya. Hanya Allah jualah yang bisa membalas-Nya.
