Business As A Game

Thursday, September 06, 2007

Total sudah sekitar 2 mingguan lebih saya tidak mengisi blog ini lagi. Terus terang ini tidak sesuai dengan harapan saya sebelumnya yang ingin mencoba mengusahakan minimal 1 minggu sekali akan ada postingan yang dimasukkan. Sekali lagi, bicara soal blog ini, saya mencoba untuk tidak terlalu ber”berat-berat” ria dan ingin menjadi seperti air mengalir saja. Toh, maksud awalnya memang lebih ditujukan untuk menyalurkan kemampuan menulis yang sebenarnya pas-pasan ini. Tetapi tetap saja, ternyata memang benar kalau banyak penulis yang mengatakan bahwa menulis itu persoalan mood juga. Dan harus diakui mood menulis sempat hilang 2 mingguan kemarin.

Hmm..whats to talk first? Memang seh terus terang 2 minggu terakhir kemarin kerjaan di kantor sedang agak-agak ribet lagi. Mungkin efek postingan sebelumnya kali ye soal pengangguran terselubung. Gak lama setelah itu (jeda 1 hari saja bo..) langsung saya disodorin project baru lagi untuk ditangani. Dan memang point menantangnya, kerjaan kali ini tergolong baru buat saya. Yah, otomatis belajar lagi…

Anyway, saya tidak akan membahas terlalu dalam soal profesi saya sebagai engineer ini. Ada hal yang menarik yang ingin saya sharing di sini. Tidak kurang 2 hari yang lalu, tidak sengaja ketika saya sedang cuci mata di TB Gunung Agung PIM selepas pulang kantor, mata saya menangkap satu artikel menarik di majalah WK (Wirausaha & Keuangan), yang ditulis oleh Bapak Rusman Hakim, yang tulisannya sering muncul di milis komunitas bisnis. Artikel kali ini bercerita soal business as a game.

Tulisannya dibuka dengan uraian adanya kecenderungan dari kebanyakan orang ketika mereka ingin berbisnis, mereka mencoba untuk mengikuti seminar dan pelatihan2 bisnis, bahkan beberapa mencoba untuk mengambil jalur kuliah, bahkan hingga S2 atau S3. Fenomena ini banyak terjadi dan adalah merupakan sebuah pilihan yang cukup logis. Akan tetapi, sebagaimana yang diceritakan di sini, hal ini tidak langsung berbanding lurus dengan kesuksesan yang dihasilkan oleh bisnis.

Di sana dicontohkan seorang Thomas Alfa Edison. Dia bukanlah sosok yang pintar di perkuliahannya. Akan tetapi, yang membuatnya sukses adalah hobinya mengutak-atik perkakas, hingga akhirnya berhasil menciptakan bola lampu pertama dan mendirikan perusahaan General Electric. Pun juga Bill Gates, yang sukses dengan Microsoftnya, ternyata adalah drop out dari Universitas Harvard. Yang menjadi kunci suksesnya adalah ketekunan dan kesenangan untuk mengutak-atik program komputer. Mereka berdua menganggap bahwa bisnis yang mereka jalani adalah bagian dari kesenangan mereka, hobi mereka yang kemudian mereka coba untuk salurkan dan kemudian akhirnya bisa menghasilkan bisnis yang sukses.

Well, membaca artikel itu saya jadi teringat dengan saya sekarang. Terus terang, bisnis yang saya jalani saat ini, yaitu Rumah Video, bukanlah berasal dari hobi saya. Akan tetapi setelah menjalani beberapa saat, terus terang saya mengaku enjoy menjalaninya. Kebetulan salah satu klien tetap kami adalah salah satu lembaga outbond yang cukup ternama. Paling tidak setiap minggunya ada project yang bisa dikerjakan dan dilakukan di luar kota, entah di Puncak, Sukabumi atau Bandung. Seperti 2 minggu lalu, saya menyempatkan diri untuk mengikuti acara outbond Bank Mandiri se-Jawa Barat yang dilakukan di Cipayung, Puncak.

Kerjaannya santai, suasananya fun, apalagi saya di sana sebetulnya tidak menjadi pekerja utama. Untuk shooting acara, sudah ada 2 teman saya yang menangani. Jadinya, otomatis ketika di sana saya benar-benar menjadi tamu kehormatan saja. Memang seh lebih seru kalo langsung ikut menjadi peserta. Akan tetapi, mendapati suasana santai seperti ini tentunya merupakan sebuah kenikmatan tersendiri. Apalagi, tak dinyana di sana saya bisa bertemu dengan teman SMU saya, yang saat ini bekerja di Bank Mandiri Bandung.

Saya harus akui bahwa salah satu dari kegemaran saya adalah travelling. Walaupun kegemaran ini bersaing ketat dengan kegemaran saya untuk membaca, akan tetapi tetap fun untuk menjalaninya. Kurun waktu sebulan kemarin, setiap weekend, rasanya benar-benar menyenangkan. Dimulai dari acara family gathering komunitas warga PKS Kebagusan di Puncak, dilanjutkan dengan acara family gathering kantor saya (Ericsson-red) di Cibubur minggu depannya, dilanjutkan minggu depannya lagi dengan acara Bank Mandiri di atas, dan ditutup minggu lalu dengan acara outing karyawan Departemen di Ericsson di Bali. Hmm..it’s a fun yah.

Yah, saya mencoba untuk menjalani hidup ini dengan santai sekarang. Salah satu ulama besar, Hasan Al Banna, pernah mengatakan bahwa kewajiban kita jauh lebih banyak dibandingkan dengan waktu yang tersedia. Hanya dengan menjalani kewajiban2 dan tugas2 kita dengan enjoy maka kita dapat menjalani proses maraton hidup ini hingga tuntas.
So, hopefully this kind of business will be a good game for me to handle. Toh, sekali lagi, saya masih belajar. Bisa menjadi seorang Bill Gates? Untuk saat ini, saya memilih untuk tetap menjadi seorang Budi Setiawan. Atau kalian boleh memanggil saya Buset.

Salam,

Budi Setiawan
"Rumah Video"

0 comments:

Showreel Rumah Video

Testimonial tentang Audio Visual



Abu Sangkan – Trainer “Shalat Khusyu”
“Peran media audio visual sangat efektif dalam penyampaian da’wah-da’wah saya.”

Adha Muawiyah – Line Producer “Sinemart”
“ Video Company Profile sangat efektif dan efisien untuk memperkenalkan citra perusahaan kita lebih cepat. Klien maupun investor dapat lebih jelas mengetahui apa yang dia inginkan atau tuju pada perusahaan kita.”

Wuryanano – CEO PT Swastika Prima International, Direktur Lembaga Pendidikan Profesi SWASTIKA PRIMA Community College, Founder Super Mind Power Training, Penulis Buku Best Seller
“Dengan memiliki perangkat bisnis pada media Audio Visual ini, maka akan semakin meningkatkan performa bisnis dan perusahaan kita. Produk dan jasa kita pasti semakin bagus dalam pelayanan dan kualitasnya.”

Hidayatullah – Direktur PT Selaras Inti Prima Indonesia
“Media audio visual yang sangat efektif dalam membantu kinerja marketing kami, serta menjadi added value tersendiri untuk perusahaan kami.”

Note :
Alhamdulillah, materi untuk casing CD Showreel Rumah Video sudah selesai. CD ini sendiri berisikan portofolio produk-produk yang pernah kami hasilkan, mulai dari Video dokumentasi, Video profile, CD interaktif, Website, Clip&Commercial, Video Promo.Semoga bisa menjadi salah satu wahana untuk beramal lebih bagi kami. Terima kasih sebesar-besarnya kami haturkan untuk semua pihak yang dengan sukarela telah memberikan testimonialnya. Hanya Allah jualah yang bisa membalas-Nya.